Jangan Tampilkan Lagi Ya, Saya Mau!

Nyaris Ricuh, Debat Antara Wakil dan Rakyat Saat RDP Soal Overlap HGU dan SHM

Aso, warga desa Pakava
Aso, warga desa Pakava

Pasangkayu, Katinting.com – Rapat dengar pendapat (RDP) di ruang aspirasi, Gedung DPRD Pasangkayu, Sulawesi Barat, Selasa, 2 November 2021, diwarnai debat sengit antara anggota DPRD Pasangkayu dengan warga.

Perdebatan itu bermula ketika Saifuddin Andi Baso mempertanyakan substansi RDP. Pasalnya, anggota DPRD Pasangkayu empat periode itu berkilah, ia tak memegang data yang harusnya dibagikan sesaat sebelum rapat.

“Saya bingung ini (RDP) masalah apa. Soalnya, saya tidak memegang data. Jadi apa yang mau dibahas. Yang mana sebenarnya dipersoalkan antara warga dengan perusahaan terkait HGU yang diduga overlap dengan SHM,” kilah Saifuddin lantang.

Lanjut dia, bisa saja ada yang mengklaim soal kepemilikan atas suatu bidang tanah, tapi itu harus dibuktikan dulu dengan bukti konkrit. Diapun mengaku tak membela siapa-siapa, sebab antara warga dan perusahaan sama kedudukannya yaitu rakyat.

Kala Aso, warga Pakava sedang menjelaskan rentetan pengukuran lokasi miliknya yang dilakukan oleh kantor pertanahan Pasangkayu yang masuk HGU perusahaan dan tiba-tiba Saifuddin langsung memotong pembicaraan dan meminta warga tersebut agar menunjukkan data.

Saat itulah perdebatan dan keributan terjadi antara keduanya dan sempat tegang. Meski tidak ricuh, suasana ruangan yang berisi sesak puluhan warga itu tetap terkendali.

Menurut Aso, ia memang tak membawa data. Namun, karena didesak, ia meminta waktu sepekan untuk menunjukkan data yang dimaksud kepada pimpinan rapat.

Aso bahkan menuding Saifuddin tidak memahami kondisi masyarakat desa Pakava. Bahkan kata dia, anggota DPRD dapil satu yang meliputi Pasangkayu, Pedongga dan Tikke Raya itu hanya muncul ketika mencari suara.

Setelah keduanya berhenti bicara, suasana RDP yang membahas indikasi overlap HGU perusahaan sawit PT AAL dan PT Unggul Widya Teknologi Lestari dengan SHM itu kembali dilanjutkan.

Meski begitu, hingga usai rapat ini belum menemukan solusi bagi masing-masing pihak. Lebih lagi, pihak PT Unggul tidak hadir.

Arham Bustaman

 

Share:

Redaksi

Media Informasi Rakyat