Foto pasangan bakal calon bupati Mamuju dan wakilnya, Sutinah Suhardi dan Ado Mas’ud. (Ist)
banner 728x90

Mamuju, Katinting.com – Permasalahan dan kesejahteraan tenaga kontrak atau PTT (Pegawai Tidak Tetap) menjadi salah satu perhatian serius oleh penantang petahana di Pilkada Mamuju, yakni pasangan bakal calon Bupati dan Wakil Bupati Mamuju, Sutinah Suhardi  dan Ado Mas’ud.

Ado Mas’ud mengatakan, khusus sejumlah tenaga kontrak yang di menjadi korban politik atau dipecat tidak sesuai prosedur akan kembali diusulkan untuk direkrut.

“Kita akan mengusulkan ke Menpan RB untuk merekrut kembali tenaga kontrak yang dikeluarkan, sesuai kebutuhan Kabupaten Mamuju,” ujarnya. Sehingga ia meminta bagi tenaga kontrak yang diberhentikan, untuk tetap menyimpan dengan baik SK-nya.

Selain itu, upah tenaga kontrak juga menjadi perhatian sangat serius, “Kita akan naikan dengan skema yang telah kami pertimbangkan, berdasarkan pertimbangan keuangan daerah,” kata Ado Mas’ud.

Hal tersebut sangat memungkinkan kata Ado. Apalagi menurutnya, mereka yang telah cukup lama mengabdi akan diusulkan untuk masuk dalam program P3K (Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja).

“Nantinya kita akan tingkatkan komunikasi lewat Menpan RB pak Cahyo Kumolo. Komunikasi kita baiklah kesana, apalagi satu partai, sehingga itu sangat memungkinkan,” kata Ado Mas’ud.

Terpisah, Sutinah Suhardi juga menyampaikan, bahwa permasalah tenaga kontrak itu menjadi persoalan klasik yang harus dibenahi, apalagi mereka yang dipecat tanpa tahu kesalahannya apa? “Itu menjadi perhatian kami bersama (Ado) untuk direkrut kembali sesuai kebutuhan kerja,” ujarnya.

Lanjut Sutinah menjelaskan, jumlah tenaga kontrak di Mamuju sangat banyak, sehingga nantinya akan dilakukan analisis beban kerja.

“Kita akan menghitung beban kerja pada suatu posisi pekerjaan serta jumlah pegawai untuk mengisi posisi pekerjaan tersebut. Itu semua membutuhkan tugas pokok, fungsi, analisis, serta informasi tentang sebuah posisi atau jabatan sehingga kita tidak salah langkah dalam menentukan dan menempatkan orang,” ujar Sutinah.

Menyinggung terkait adanya tenaga kontrak yang dipecat. Sutinah mengatakan, mestinya pemerintah saat ini sudah mampu memikirkan untuk menambah gaji tenaga kontrak, bukan malah memberhentikan mereka yang sudah puluhan tahun mengabdi untuk daerah.

Sehingga pihaknya kembali menegaskan akan serius memikirkan nasib para tenaga kontrak salah satunya dengan memikirkan kesejahteraannya.

(Anhar)

Bagikan
Deskripsi gambar...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here