Pasangkayu, Katinting.com — Tiga paket proyek pembangunan air bersih yang dananya berasal dari Dana Alokasi Khusus (DAK) Tahun Anggaran 2024 di Kabupaten Pasangkayu, hingga awal 2026 ini belum juga rampung. Padahal, ketiga proyek tersebut seharusnya selesai dilaksanakan pada tahun anggaran yang sama.
BACA JUGA: Hadapi Tantangan Fiskal, Wakil Bupati Pasangkayu Tekankan RKPD 2027 Harus Kreatif dan Inovatif
Adapun ketiga proyek yang masih tertunda tersebut adalah:
- Desa Sarude, Kecamatan Sarjo, dikerjakan CV Cakra Mas (Mamuju Utara) senilai Rp1,54 miliar.
- Desa Bambalamotu, Kecamatan Bambalamotu, dikerjakan CV Maputeh (Majene) senilai Rp1,28 miliar.
- Desa Polewali, Kecamatan Bambalamotu, dikerjakan CV Maputeh (Majene) senilai Rp1,29 miliar.
Kepala Bidang Cipta Karya Dinas PUPR Kabupaten Pasangkayu, Nardin, mengakui pihaknya telah berulang kali mendesak kontraktor untuk segera menyelesaikan pekerjaan. Kendala utama masih terletak pada pekerjaan perpipaan yang belum tuntas.
“Kami sudah beri teguran agar pekerjaan diselesaikan. Setiap dikonfirmasi, kontraktor berjanji akan menyelesaikan, tetapi realisasinya hingga kini masih belum ada,” ujar Nardin di Kantor PUPR, Kamis (22/1).
Sementara itu, Kepala Dinas PUPR Kabupaten Pasangkayu yang baru, Syamsunar, menegaskan akan segera memanggil seluruh kontraktor terkait untuk meminta penjelasan dan mencari solusi atas keterlambatan tersebut.
“Kami akan panggil kontraktor untuk mengetahui kendala yang dihadapi. Kondisi di PUPR akan kami benahi agar semua proyek yang tertunda dapat segera dimanfaatkan masyarakat,” tegas Syamsunar. (Udi)






