
Mateng, Katinting.com – Untuk kesekian kalinya, kembali satu buah kendaraan roda 10, terjungkal ditanjakan Tabolang, jalur trans sulawesi, pada Kamis siang (23/04), dikedalaman curam kurang lebih 8 meter.
Truk naas tersebut, sudah lepas dari tanjakan arah utara Tabolang, namun karena turunan juga tak kala beresikonya dengan saat menanjak, karena dibutuhkan skil menyetir yang piawai diturunan tersebut, sehingga sopir truk yang sedang mengangkut tidak kurang dari satu ton lebih bata putih ini, terjungkal masuk jurang, karena tak bisa menguasai setir kendaraannya.
Akibatnya, body depan truk penyot, sementara sopir mengalami cedera kaki, karena terjepit besi body mobil bagian depan yang ringset. Sehingga, butuh waktu beberapa saat mengeluarkan sopir yang cedera kaki dari kabin depan mobil yang disetirinya.
Salah seorang saksi yang melihat proses evakuasi sopir, Burhan, kepada Katinting.com, mengemukakan bahwa kemungkinan besar sopir tak bisa menguasai kendaraannya, karena tepat diturunan kurang lebih 60 derajat, dan jalan berkelok.
“Pada kondisi membawa beban muatan yang sampai satu ton lebih, sudah pasti beban setir saat itu, cukup berat sehingga agak sulit menguasai kendaraan kalau dalam kecepatan relatif kencang dipenurunan, nah satu satunya pasti membanting setur kearah yang dianggap aman bagi orang lain, meski kendaraan dan kemungkinan kita yang cedera,” ungkap Burhan.
Terpisah, warga yang tak jauh dari tempat kejadian, Marini, mengatakan, dalam satu tahun, kecelakaan diarea itu,sudah tidak kurang dari empat kali, ada yang sampai meninggal korbannya, ada yang luka parah ada yang memang cedera ringan.
“Tentu rentetan kejadian ini, mestinya menjadi bahan evaluasi, peningkatan keselamatan bagi pengendara melintas diarea tersebut, apakah tanjakan atau turunannya dibuat rendah lagi, atau marka pengamannya ditambah, sehingga kendraan tak perlu masuk jurang kalau terjungkal, agar kerugian lebih sedikit,” kata Marini.
Ia menyampakan beruntung mobil yang terjungkal hari ini, sopirnya hanya cedera bagian kaki, meskipun kendaraannya cukup mengalami ringset yang berat bagian body depannya.
“Kalau sampai pengendaranya meninggal misalnya, maka jusru menambah rentetan korban jiwa diarea itu, dan ini mesti segera dievaluasi oleh pihak yang bertanggungjawab pada jalan nasional, demi keselamatan pengedara yang melintas disana,” tutup Marini.
(Mahfudz)






