Mamuju, Katinting.com — Kepala Sekolah SMP Negeri 1 Tapalang, Fajriah, memastikan bahwa robohnya tiga bangunan rombongan belajar (rombel) di sekolah yang ia pimpin bukan disebabkan oleh gempa bumi yang terjadi Kamis malam dan Jumat pagi.
Ia menegaskan bahwa pembongkaran bangunan tersebut memang sudah direncanakan sejak sebelumnya sebagai bentuk antisipasi terhadap potensi bencana.
“Bangunan yang kami robohkan itu adalah sisa dampak gempa tahun 2021 lalu. Kami nilai sudah sangat membahayakan siswa, apalagi jika sewaktu-waktu terjadi gempa. Jadi kemarin sore, Kamis 24 Juli, kami putuskan untuk bongkar. Ternyata malamnya benar-benar terjadi gempa. Mungkin ini hikmahnya,” ujar Fajriah, Jumat (25/7).
Fajriah mengungkapkan bahwa getaran gempa memang terasa di wilayah Tapalang, termasuk di lingkungan SMP Negeri 1 Tapalang, bahkan kembali terjadi pada Jumat pagi saat proses belajar mengajar tengah berlangsung. Ia bersyukur karena langkah antisipatif yang diambil sehari sebelumnya dapat menghindarkan siswa dari potensi bahaya.
“Kalau belum kami bongkar, saya tidak bisa bayangkan apa yang bisa terjadi. Jadi tidak benar bangunan itu roboh karena gempa, tapi memang sengaja kami robohkan,” tegasnya.
Sementara itu, Bupati Mamuju, Dr. Hj. Sitti Sutinah Suhardi, langsung menginstruksikan Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (Disdikpora) untuk melakukan assesment terhadap kondisi sekolah tersebut.
Ia menegaskan bahwa Pemerintah Kabupaten Mamuju telah mengagendakan program rehabilitasi sejumlah sekolah pada tahun ini sebagai bagian dari prioritas pembangunan sektor pendidikan.
Terkait kejadian gempa yang turut dirasakan di wilayah Kabupaten Mamuju, Bupati Sutinah mengimbau masyarakat untuk tetap tenang, tidak panik, serta tidak menyebarkan informasi yang belum jelas sumbernya.
“Kita semua harus tetap waspada dan banyak berdoa agar daerah kita selalu dijauhkan dari segala musibah,” pesan Bupati.
Diketahui, pada Kamis malam 25 Juli 2025 pukul 21.06 WITA, terjadi gempa berkekuatan 6,0 magnitudo di wilayah Poso, Sulawesi Tengah, yang getarannya terasa hingga ke Mamuju. Gempa susulan juga tercatat terjadi di Kecamatan Malunda, Kabupaten Majene, Jumat pagi, berkekuatan 3,4 magnitudo. (*/Zulkifli)






