Jangan Tampilkan Lagi Ya, Saya Mau!

Kawasan Simono Disiapkan Jadi Lokasi Sekolah Rakyat

Katinting.com, Sangatta – Pemerintah Kabupaten Kutai Timur (Kutim) menyiapkan langkah strategis menjadikan pendidikan sebagai penggerak utama pembangunan kawasan baru di Sangatta Utara. Melalui penetapan Jalan Simono sebagai lokasi pembangunan Sekolah Rakyat, Pemkab mulai merancang wilayah tersebut sebagai pusat kegiatan baru yang terintegrasi dengan rencana pengembangan infrastruktur dan permukiman.

Langkah itu menandai perubahan pendekatan pembangunan Kutim yang kini tidak hanya berorientasi pada proyek fisik, tetapi juga pada pembentukan pusat pertumbuhan sosial berbasis pendidikan.

“Sekolah Rakyat ini akan menjadi magnet baru di kawasan Jalan Simono. Tidak hanya menghadirkan fasilitas pendidikan, tapi juga membuka peluang berkembangnya infrastruktur dan aktivitas ekonomi warga,” kata Plt Asisten Pemkesra Setkab Kutim, Trisno.

Trisno menjelaskan, keputusan tersebut diambil setelah serangkaian kajian lintas Perangkat Daerah (PD) menilai Jalan Simono sebagai lokasi paling efisien dan siap secara teknis. Sebelumnya, pemerintah sempat mempertimbangkan lahan di Jalan Guru Besar, namun biaya pematangan tanah mencapai Rp 30 miliar.

“Oleh karena itu, Pak Bupati dan Pak Sekda selaku Ketua TAPD memerintahkan kami mencari solusi alternatif yang lebih efisien tetapi tetap memenuhi syarat. Setelah rapat lintas PD akhirnya dipilih kawasan Jalan Simono,” ujarnya.

Lahan seluas 20 hektare di Jalan Simono kini disiapkan sebagai kawasan pengembangan terpadu. Sekitar 5 hektare di antaranya akan dialokasikan untuk pembangunan Sekolah Rakyat. Trisno mengatakan, kondisi tanah di lokasi tersebut relatif stabil dan hanya membutuhkan pekerjaan ringan.

“Pekerjaannya hanya cut and fill ringan. Biayanya jauh lebih hemat dibanding lokasi sebelumnya,” jelasnya.

Jalan Simono dinilai strategis karena memiliki akses dari berbagai arah, termasuk Jalan Pendidikan dan Jalan Soekarno-Hatta, serta berdekatan dengan fasilitas penting seperti RSUD Kudungga, Polres Kutim, dan Kantor Pemadam Kebakaran.

“Dari sisi lokasi, infrastruktur dasar sampai rencana pengembangan wilayah, semua mendukung,” katanya.

Dua instansi penyedia utilitas dasar, PDAM dan PLN Kutim, juga telah menyatakan kesiapan mendukung. PDAM hanya perlu memperpanjang jaringan pipa air bersih sepanjang 300–700 meter dengan biaya di bawah Rp200 juta, sedangkan PLN siap menarik jaringan listrik sejauh sekitar 700 meter dari jalur utama.

Trisno menambahkan, pembangunan Sekolah Rakyat di Jalan Simono bukan proyek tunggal, melainkan bagian dari perencanaan jangka panjang yang disusun bersama Bappeda, Dinas Perkim, dan Dinas PU. Selain sekolah, kawasan tersebut juga akan dilengkapi kanal pengendalian banjir dari Christian Center menuju Jalan Pendidikan.

Seluruh hasil kajian lintas PD kini tengah dikompilasi Dinas Sosial Kutim menjadi dokumen pengajuan resmi ke Kementerian Sosial. Dalam surat edaran Menteri Sosial, pemerintah daerah bertanggung jawab atas penyediaan lahan dan dukungan infrastruktur dasar.

“Untuk bangunan fisik dan tenaga pendidik, nanti semuanya dari pusat melalui APBN. Kutim hanya menyiapkan lahan serta mendukung ketersediaan listrik, air dan akses jalan,” tegas Trisno.

Langkah ini menandai awal transformasi Jalan Simono sebagai kawasan pendidikan terpadu yang diharapkan tumbuh menjadi pusat baru kegiatan masyarakat di Sangatta Utara.(Adv)

Share: