oleh

Jangan Seenaknya, Waris Berharap Perusahaan Kelapa Sawit Taati Aturan

banner 728x90
Rapat penetapan harga TBS di aula Dinas Pertanian Sulawesi Barat. (Foto Anhar)

Mamuju, Katinting.com – Harga Tandan Buah Segar (TBS) kelapa sawit bulan Januari 2019 ditetapkan sebesar Rp. 864.07, merangkak naik Rp. 87,62.

BACA JUGA : Biar Tau, DPRD dan Gubernur Harus Ikut Penetapan Harga TBS

Kabid Perkebunan Ir. H. Abd. Waris Bestari berharap, penetapan harga TBS bulan Februari mendatang, tetapi mengalami kenaikan.

Kata Waris, penjelasan dari pihak perusahaan tadi sedikit demi sedikit sudah menjual. Artinya kalau kita dengar penjelasannya tadi ada berapa ribu ton masih tertimbun, masih dijadikan stok. nah, ini sementara pembelinya membatasi, ujarnya.

“Mudah-mudahn sebulan dua bulan kedepan terjadi peningkatan penjualan CPO sehingga akan berdampak pada kenaikan harga,” sebut Ir. H. Abd. Waris Bestari saat wawancara dengan sejumlah media usai rapat penetapan harga TBS di Aula Dinas Pertanian Provinsi Sulawesi Barat. Senin (14/1).

Terkait beberapa perusahaan yang tidak hadir dalam rapat penetapan TBS bulan Januari ini, dirinya mengaku akan memanggil pihak perusahaan tersebut untuk memberikan penjelasan penyebab  ketidak hadirannya.

“Padahal sudah kita undang. Harusnya perusahaan itu tetap taat pada aturan pemerintah setempat. Bukan berarti kita memang provinsi/kabupaten membutuhkan investor tapi tidak serta merta mereka seenaknya,” ungkapnya.

Rapat penetapan indeks “K” dan harga TBS kelapa sawit produksi perkebunan se Provinsi Sulbar berlangsung alot. Sebab, ada beberapa perusahaan tidak hadir dalam penetapan tersebut, dan juga beberapa perusahaan yang tidak menampilkan invoice-nya.

Menanggapi hal tersebut, Ir. H. Abd. Waris Bestari  mengatakan, “Jadi sampai saat ini hanya dua perusahaan yang memasukkan. Tapi perhitungan indeks K nya itu, PT. Astra tetap masukkan,” tuturnya.

“Alasannya mereka, mereka sudah mencoba membuat perhitungan sendiri dari invoice itu sehingga itu yang mereka masukkan. Dan ini akan tetap kita upayakan, paling tidak invoice itu kita bisa lihat,” tutup Abdul Waris.

(Zulkifli)

Bagikan

Komentar