Rapat penetapan harga TBS di aula Dinas Pertanian Sulawesi Barat. (Foto Anhar)
banner 728x90

Mamuju, Katinting.com – Tim penetapan harga Tandan Buah Segar (TBS) pekebun Provinsi Sulawesi Barat, menyepakati harga TBS kelapa sawit produksi petani untuk periode bulan Januari sebesar Rp. 864.07 dengan indeks “K” 72.57 persen.

Dalam penetapan harga yang berlangsung di aula Dinas Pertanian Provinsi Sulawesi Barat, dipimpin langsung Kabid Perkebunan Ir. H. Abd. Waris Bestari, dihadiri sejumlah perwakilan kelompok tani, pihak perusahaan, instansi terkait. Senin, (14/1).

BACA JUGA : Januari 2019, Harga TBS Merangkak Naik 87,62 Rupiah

Pada rapat penetapan harga sejumlah perusahaan kelapa sawit tidak menyetorkan invoice-nya, sehingga sangat disayangkan oleh sejumlah perwakilan kelompok tani, yang menganggap proses penetapan tidak jujur dan mempengaruhi rendahnya harga TBS.

Milki Tulle, petani dari Surya Raya I, yang hadir pada rapat penetapan harga tersebut, meminta pada rapat penetapan harga TBS menghadirkan anggota DPRD, baik tingkat Kabupaten maupun Provinsi, khususnya Komisi II yang membidangi perkebunan. “Biar DPRD tau, bagaiman sebenarnya proses penetapan harga dan bagaimana seharusnya.”

Masih kata Milki, selama ini belum ada kejelasan terkait penetapan harga, karena beberapa perusahaan tidak menampilkan invoice-nya. “Didalam keputusan Menteri (Pertanian) itu harus ada beberapa item, termasuk dengan invoice itu harus di munculkan disini (penetapan TBS). Selama ini kan tidak pernah, hanya satu perusahaan yang menampilkan itu, yang lain mana?” sebut Milki saat wawancara dengan Katinting.com.

Lanjut Milki menjelaskan, beberapa perusahaan yang ada di Sulbar ini tidak memasukkan datanya dalam penetapan harga. Sehingga ini juga mempengaruhi indeks K yang ada. Mereka tidak jujur, sebutnya.

Ia pun berharap, kedepannya, Tim penetapan harga TBS ini, dapat menghadirkan Gubernur Sulbar, paling tidak, sekretaris Provinsi (Sekprov) dalam penetapan harga TBS. “Agar mereka tahu seperti apa persoalan yang ada. Sehingga mereka bisa mendorong atau mengatur regulasi lainnya,” harap Milki.

(Zulkifli/Anhar)

Bagikan
Deskripsi gambar...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here