Mamasa, Katinting.com – Jalan penghubung 15 desa di Kecamatan Bambang, Kabupaten Mamasa, masih tertutup akibat longsor yang terjadi tujuh hari lalu. Hingga kini, belum ada penanganan dari Pemerintah Kabupaten Mamasa.
Longsor yang terjadi di Dusun Peba, Desa Bambang, Kecamatan Bambang, telah menutup seluruh jalan sehingga tidak dapat dilalui. Akibatnya, aktivitas masyarakat terganggu, bahkan berdampak pada akses kebutuhan pangan masyarakat di kecamatan ini.
“Longsor ini sudah 7 hari sejak tanggal 21 lalu, bahkan sampai hari ini belum ditangani Pemda meskipun telah dijanji akan dibuka akses setelah adanya tim survei. Namun sampai saat ini belum ada tim survei yang datang agar segera dibuka akses jalannya,” ungkap Jitro, salah seorang warga saat dikonfirmasi katinting.com via telepon WhatsApp, Rabu (29/5/2024).
Selain itu, masyarakat juga kesulitan menuju pasar untuk membeli beras dan bahan pangan lainnya akibat tertutup longsor. Akses menuju puskesmas terdekat pun tidak dapat dijangkau, juga menghambat anak sekolah.
“Kami sudah dijanji akan dibersihkan longsornya waktu hari Jumat yang lalu namun sampai sekarang belum ada tanda-tanda akan dibersihkan. Bahkan masyarakat dilarang membuka akses karena dijanji akan dikerahkan alat berat untuk bersihkan, namun janji itu sudah 3 hari lalu sementara aktivitas kami terhambat dan butuh penanganan cepat,” keluh Jitro.
Menurutnya, hal itu tidak sesuai dengan bantuan yang dikucurkan pemerintah pusat untuk penanganan bencana longsor di daerah tersebut, dimana bantuan sebesar 250 juta rupiah untuk membuka akses jalan serta bantuan bagi 25 warga terdampak longsor belum dialokasikan dengan baik.
“Bantuan dari pusat itu sesuai data sebesar 250 juta rupiah khusus untuk membuka akses jalan dan bantuan warga terdampak longsor sebanyak 25 titik, tapi sampai saat ini akses jalan belum dibuka dan warga terdampak longsor baru mendapat bantuan sembako,” ujarnya.
Sementara itu, Jitro menambahkan bahwa Pemda Mamasa pada hari ini sudah berjanji akan mengerahkan kembali alat berat untuk membuka akses jalan.
“Setidaknya pemda membuka akses roda 2, juga beberapa titik longsor lainnya di kecamatan ini,” tandasnya.
(Saldi)






