
Mamuju, Katinting.com – Menyongsong Pemilukada yang akan berlangsung 15 Februari 2017, Pemprov Sulbar menggelar Silaturahim dan Penguatan Sipamandaq dengan tema Bersama Kita Sukseskan Pilkada Provinsi Sulawesi Barat tahun 2017. Minggu (05/02).
Jangan pernah melupakan sejarah, karena sejarah adalah cermin pembelajaran untuk masa sekarang dan yang akan datang. Salah satu bukti yang dapat dijadikan acuan solidaritas, pengikat tali persaudaraan adalah ikrar perjanjian “Tammajarra” atau yang dikenal dengan Ikrar Sipamandaq yang pernah dimufakatkan di Tanah Mandar, kata Carlo B Tewu.
Carlo mengemukakan, pemufakatan sipamandaq, kala itu diikuti dua federasi kerajaan tertinggi di Tanah Mandar yang masing- masing menaungi tujuh adat/kerajaan. Kedua adat tersebut dikenal dengan Pitu ulunna salu, dan Pitu Babana Binanga. Kerajaan di Pitu Ulunna Salu (Tujuh Kerajaan Daerah Pegunungan) terdiri dari, Tabulahan, Rantebulahan, Mambi, Aralle, Bambang, Matangnga, Tambang diwakili oleh Londong Dehata. Sedangkan Pitu Babana Binanga (Tujuh Kerajaan daerah Pesisir Pantai) terdiri dari Balanipa, Sendana, Banggae, Pamboang, Mamuju, Tappalang dan Binuang diwakili oleh Tomepayung melakukan pemufakatan dan melahirkan sebuah perjanjian yang saat ini dikenal dengan konfederasi.
Carlo pada kesempatan tersebut meminta KPU, Bawaslu, aparat kepolisian dan TNI beserta jajarannya agar bersungguh-sungguh mengawal kualitas pelaksanaan Pilkada.
“Diperlukan pelaksanaan dan pengawasaan yang efektif oleh setiap unsur terkait agar setiap tahapan pelaksanaan Gubernur 15 Februari mendatang dapat berjalan dengan lancar,” tandas Staf Ahli Kemenpolhukan tersebut.
Carlo kepada para undangan menyampaikan, pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur tahun 2011, angka partisipasi pemilihan sebesar 74,65 persen. Ia berharap Pilkada serentak yang tinggal beberapa hari lagi akan dilaksanakan partisipasi pemilih dapat meningkat, sesuai target pemerintah pusat.
Ia pun menghimbau kepada semua masyarakat dapat mensosialisasikan dan mendorong masyarakat ikut lebih aktif menggunakan hak suaranya dalam pesta demokrasi nanti. “Pengalaman yang terjadi saat pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur sebanyak dua kali, stabilitas keamanan selalu dapat terjaga dengan baik. Pada pemilihan ketiga nanti tingkat kemanan dan ketertiban dapat jauh lebih kondusif,” kata Carlo.
Dengan demikian, lanjut Carlo apa yang menjadi tujuan penandatangan komitmen bersama dalam semangat Sipamandaq guna mewujudkan Pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur Sulawesi Barat 2017 yang jujur, aman, adil dan bermartabat dapat tercapai.
Pada kesempatan tersebut dilakukan penandatanganan deklarasi damai Menyongsong Pilgub 2017 yang diawali oleh Pj. Gubernur Sulbar, Carlo B Tewu dan diikuti tamu/ undangan lainnya.
Acara tersebut juga dihadiri Sekprov Sulbar, Ismail Zainuddin, Gubernur Sulbar periode 2011-2016, Anwar Adnan Saleh, para bupati/perwakilan bupati se Sulbar, 14 raja-raja se Sulbar, pimpinan Organisasi Perangkat Daerah Sulbar, pimpinan instansi vertical, tokoh masyarakat dan undangan lainnya. (ADV/HMS)






