Jangan Tampilkan Lagi Ya, Saya Mau!

Gubernur Sulbar Gelar Maulid Secara Sederhana, Tekankan Pelestarian Tradisi

Mamuju, Katinting.com – Gubernur Sulawesi Barat (Sulbar), Suhardi Duka, memimpin secara langsung peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW di kediaman resminya, Kamis malam. Acara yang berlangsung khidmat dan sederhana itu dihadiri oleh sejumlah pejabat, tokoh agama, tokoh masyarakat, hingga warga biasa.

Tampak hadir dalam kesempatan tersebut Wakil Gubernur Sulbar, Salim S. Mengga, sejumlah kepala organisasi perangkat daerah (OPD) Pemprov Sulbar, pejabat Pemkab Mamuju, serta para tokoh yang menjadi pilar masyarakat Sulbar. Kehadiran mereka memadati pelataran rumah dinas, mencerminkan semangat kebersamaan dalam menyambut hari besar Islam tersebut.

Baca juga; Wagub Salim Ingatkan Makna Substansial Maulid di Tengah Euforia Rakyat

Dalam sambutannya, Suhardi Duka menyampaikan rasa syukur dan penghargaannya yang mendalam atas kehadiran seluruh tamu. “Alhamdulillah, patut kita bersyukur. Saya beserta keluarga memberikan penghargaan serta terima kasih setinggi-tingginya atas kehadiran Bapak dan Ibu sekalian malam ini,” ujar Gubernur.

Lebih dari sekadar ucapan terima kasih, Suhardi menekankan makna filosofis dari peringatan Maulid sebagai sebuah tradisi Islam yang telah mengakar dan turun-temurun dalam keluarga dan masyarakat. Dengan penuh kharisma, ia bercerita tentang jejak tradisi ini dalam linimasanya.

“Pelaksanaan Maulid adalah warisan leluhur kita yang harus terus kita jaga. Saya punya nenek, selalu mengadakan Maulid. Bapak saya juga demikian. Dan kini, saya juga melanjutkannya. Semoga anak-anakku kelak juga akan meneruskan tradisi ‘maulid’ ini,” tuturnya, disambut lautan amin dari jamaah.

Gubernur juga membagikan kenangan personal tentang orang tuanya, khususnya sang ibu, yang begitu mendalam menghayati ritual Maulid. “Dulu, kalau maulid, kami selalu membaca Barzanji. Ibu saya, beliau hafal luar kepala Barzanji beserta dengan makna dan artinya. Inilah warisan nilai yang tak ternilai. Mari kita senantiasa melanjutkan dan mensyukurinya,” kenangnya.

Pada akhir sambutan, Suhardi Duka berharap semangat dan teladan yang diwariskan oleh Nabi Muhammad SAW dapat diimplementasikan dalam kehidupan sehari-hari oleh seluruh umat, khususnya masyarakat Sulbar. Acara kemudian dilanjutkan dengan pembacaan sholawat dan riwayat Nabi, menutup malam itu dengan doa dan pesan perdamaian.

(*/Fhatur Anjasmara)

Share:

Redaksi

Media Informasi Rakyat