Polewali Mandar, Katinting.com – Lantunan shalawat menggema sejak pagi, mengiringi antusiasme ribuan jamaah dari berbagai kalangan yang memadati area Masjid Nurullah, Pasar Baru, Desa Lekopa’dis, Tinambung. Suasana syahdu dan khidmat menyelimuti perayaan Maulid Nabi Muhammad SAW yang juga menampilkan kekayaan budaya lokal Sulbar, Minggu (28/09). Kehadiran Wakil Gubernur Sulbar, Salim S Mengga, menambah signifikansi acara tersebut.
Wakil Gubernur Salim S Mengga, dalam pidatonya, menekankan pentingnya menembus batas seremoni. “Peringatan Maulid harus menjadi pengingat untuk konsisten meneladani akhlak mulia Rasulullah SAW,” tegasnya. Pasangan Gubernur Suhardi Duka ini menggarisbawahi bahwa nilai-nilai kejujuran, amanah, dan kecerdasan Rasulullah bukan hanya untuk kehidupan individu, melainkan fondasi dalam menjalankan amanah kepemimpinan dan membangun daerah.
Baca juga; Di Maulid Nabi, Pemimpin Diingatkan soal Pertanggungjawaban Amanah Rakyat
Pesan Wagub ini relevan disimak dalam konteks yang disampaikan oleh Camat Tinambung, Muhammad Rifai. Usai menyampaikan apresiasi dan keyakinannya bahwa kehadiran Wagub adalah bentuk keberkahan, Rifai membuka kondisi riil wilayahnya. “Kami sedang menghadapi berbagai tantangan,” ucapnya, seraya menegaskan bahwa keikhlasan dan semangat persaudaraan adalah kunci mengatasinya.
Pernyataan ini mengalirkan narasi kritis: sejauh mana nilai keteladanan Nabi yang disampaikan dari mimbar dapat diimplementasikan secara konkret untuk menjawab persoalan daerah? Perayaan yang ditutup dengan makan bersama ini pun menjadi lebih dari sekadar simbol kebersamaan, tetapi juga cermin dari harapan akan aksi kolektif yang solutif. (*/Fhatur Anjasmara)






