banner 728x90
Sehari pasca gempa, setiap malam SDK terjun langsung ke posko-posko pengungsian membawa bantuan.

Mamuju, Katinting.com – Pasca gempa bermagnitudo 6,2 SR yang mengguncang Mamuju dan Majene (13/1) lalu, mengundang perhatian berbagai pihak. Tak terkecuali bagi Senator DPR RI Dapil Sulbar, Suhardi Duka atau yang akrab SDK.

Tak nampak mewah dengan berbagai protokol ketat, Suhardi duka dengan senyap menyisir pelosok pinggiran kota mamuju, yang menjadi tempat pengungsian pada malam hari untuk menyalurkan bantuan sembako serta memastikan warga tak lapar dan kedinginan.

“Sampai malam ini, total bantuan yang telah kita salurkan sebanyak 15 truk, kami mendatangi langsung lokasi pengungsian. Bantuannya berasal dari berbagai para dermawan yang saya kenal maupun yang mengenal saya, serta berbagai kolega yang secara aktif peduli akan kondisi mamuju saat ini,” kata Suhardi Duka saat ditemui, selasa malam (19/1) malam.

Dalam pendistribusian bantuan ke masyarakat korban gempa tersebut, ia sering kali mendapat keluhan masyarakat terkait lamban dan kurangnya bantuan yang diterima masyarakat.

Ia pun berharap kepada seluruh masyarakat Mamuju untuk dapat memaklumi hal itu sebab jumlah bantuan memang tidak sebanding dengan banyaknya warga yang membutuhkan.

“Hampir seluruh masyarakat Mamuju terdampak gempa kemarin, dengan bantuan ini tentu jumlahnya tidak cukup. Saya pun sering kena marah masyarakat akan hal itu tapi saya berharap agar masyarakat dapat menerima dan selalu merasa cukup atas kondisi saat ini. yang palingbdibutuhkan saat ini selain bbahan makanan ialah sarung dan selimut,” ungkapnya

Ia pun optimis, beberapa hari kedepan bantuan yang banyak akan terus berdatangan ke Mamuju, melalui komunikasi yang ia bangun dengan kolega-koleganya. Ia berharap masyarakat dapat tenang dan tak khawatir terkait itu.

“Kami sudah salurkan sejak Sabtu kemarin. Setiap malam mendatangi beberapa tempat pengungsian untuk memberikan bantuan ini. Asalnya ada dari dermawan dan kerabat yang ada di Sulsel, Sulteng, maupun surabaya. Serta teman-teman PSMTI juga turut memberikan bantuan,” papar mantan Bupati Mamuju 2 Periode itu.

“Insyaallah jaringan-jaringan yang ada diluar Sulbar akan memberi bantuan kemari, termasuk perusahaan-perusahaan yang ada, baik dalam daerah maupun luar daerah, maupun juga BUMN-BUMN itu kita dorong untuk memberikan bantuan ke Sulbar melalui dana CSR nya,” sambungnya.

Terkait situasi pengungsi saat ini, legislator Komisi IV DPR RI itu beeharao agar pemerintah tidak mempersulit proses penyaluran bantuan dengan mekanisme yang silit seperti fotokopi dokumen kependudukan.

“Saya minta keoada Pemerintah untuk bersikap tanggap darurat dalam kondisi kebencanaan. Segera distribusi bantuan yang masuk, jangan terlalu menyusahkan masyarakat. Kalau kondisi sudah normal dan ekonomi bergerak, maka bantuan itu sudah tidak terlalu baik dirasa masyarakat, sehingga makna kehadiran pemerintah berkurang ditengah masyarakat jika pendistribusian bantuan itu lambat,” Harapnya.

“Saya juga berharap dan meminta kepada Pemerintah daerah Mamuju maupun Sulbar untuk benar-benar mendata masyarakat dan kerusakan yang terjadi sehingga segera data tersebut dibawa ke jakarta atau ke Pusat sehingga dana subsidi dapat segera turun. Membangun rumah itu bukanlah biaya murah, bahkan ada yang menabung bertahun-tahun untuk membangun rumah sehingga hal ini harus segera menjadi perhatian,” Pungkas SDK.

Sementara itu, menanggapi aksi penjarahan bantuan oleh warga, SDK mengaku hal itu memiliki dua sisi, sisi pertama ialah bentuk Kritik, sedang yang lain ialah masyatakat yang kurang sabar.

“Penjarahan itu harusnya tidak perlu terjadi, jikalau proses pendistribusian itu baik dan tidak rumit. Hal ini menjadi suatu koreksi atau kritik masyarakat terhadap hal-hal yang dilakukan pemerintah terhadap bantuan untuk pengungsi. Tapi dari sisi lain saya menyesalkan sikap sebagian masyarakat kita yang tidak sabaran, jangan menjarah donk. Sebab jika hal itu dilakukan maka orang akan kapok untuk membantu kita,” tutup SDK.

(Bal/Zul)

Bagikan

Comment