Mamasa, Katinting.com – Dua gedung Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) Negeri Lambanan, Kecamatan Mamasa, Kabupaten Mamasa, disegel oleh pekerja bangunan akibat gaji mereka yang belum dibayarkan. Penyegelan dilakukan dengan memasang papan bertuliskan “Bangunan Ini Disegel, Bayarkan Gaji”.
Irjan, kepala tukang bangunan, menjelaskan bahwa pihaknya belum menerima upah sebesar Rp48 juta untuk pekerjaan yang telah rampung. Ia mengatakan dua gedung kelas, masing-masing untuk ruang Kimia dan Bahasa Indonesia, sudah selesai dibangun, tetapi pembayaran upah dari Dinas Pendidikan Sulawesi Barat tak kunjung diterima.
“Pekerjaan sudah selesai, tetapi gaji buruh belum dibayarkan. Total yang belum dibayarkan sebesar Rp48 juta,” ungkap Irjan saat dihubungi via WhatsApp, Jumat (31/1).
Selain upah pekerja, Samsul, penyedia bahan bangunan (supplier), juga menyatakan bahwa pembayaran material yang digunakan dalam pembangunan tersebut belum dilunasi. Ia mengungkapkan bahwa sebelumnya telah dijanjikan pembayaran akan dilakukan setelah proyek selesai, tetapi hingga kini hal itu belum terealisasi.
“Kami sudah menyuplai semua bahan yang dibutuhkan, dan pekerjaan pun sudah selesai. Namun, sampai sekarang pembayaran belum dilakukan,” ujar Samsul.
Pekerja lainnya, Sandi, menambahkan bahwa mereka akan tetap menyegel gedung hingga hak mereka terpenuhi. Ia bersama pekerja lainnya memberikan ultimatum kepada Dinas Pendidikan Sulawesi Barat agar segera membayar dalam waktu 3×24 jam.
“Kami akan segel sampai gaji dibayarkan. Jika dalam waktu 3×24 jam tidak ada pembayaran, kami akan melakukan aksi unjuk rasa di kantor Dinas Pendidikan Sulawesi Barat,” tegas Sandi.
Hingga berita ini diterbitkan, pihak Dinas Pendidikan Provinsi Sulawesi Barat belum memberikan tanggapan resmi terkait masalah ini. (Saldi)






