Jangan Tampilkan Lagi Ya, Saya Mau!

Festival Sandeq Teluk Mandar Dibuka, Wagub Sulbar: Bukan Sekadar Hiburan, Tapi Pelestarian Budaya

Majene, Katinting.com – Wakil Gubernur Sulawesi Barat, Salim S. Mengga, secara resmi membuka Festival Sandeq Teluk Mandar di Anjungan Pantai Labuang, Kabupaten Majene, Jumat (12/9). Gelaran budaya bahari ini sukses menjadi magnet bagi ratusan warga dan wisatawan yang antusias menyaksikan rangkaian lomba segitiga perahu Sandeq.

Dalam sambutannya, Wagub yang berpasangan dengan Gubernur Suhardi Duka ini menegaskan, festival ini bukan sekadar ajang hiburan semata. Lebih dari itu, ini adalah upaya strategis untuk melestarikan budaya bahari yang menjadi identitas inti masyarakat pesisir.

“Festival ini diharapkan menjadi daya tarik wisata dan pengungkit perekonomian masyarakat lokal,” tegas Salim S. Mengga.

Ia menekankan bahwa perahu Sandeq bukanlah sekadar alat transportasi, melainkan kebanggaan kolektif masyarakat Sulbar. Sandeq adalah simbol keperkasaan bahari yang pernah mengarungi lautan hingga ke Malaysia.

“Selain Sandeq, nenek moyang kita juga memiliki perahu tradisional Ba’go dengan kapasitas muatan hingga 250 ton, yang membawa kopra ke Jawa dan pulang dengan membawa berbagai kebutuhan pokok ke Mandar. Ini membuktikan kemaritiman kita sangat kuat,” paparnya, mengingatkan pada kejayaan masa lalu.

Wagub Salim pun mengajak semua pihak untuk bersinergi mencegah punahnya budaya Sandeq yang tergerus oleh zaman. “Mari kita jaga dan lestarikan Sandeq sebagai warangan budaya yang berharga,” serunya. Ia juga menyampaikan apresiasi kepada Pemerintah Kabupaten Majene yang konsisten menggalakkan tradisi berlayar dengan perahu tradisional.

Kepala Dinas Kebudayaan Majene, Ahmad J., menyatakan bahwa festival ini merupakan implementasi dari visi pemerintah daerah untuk mewujudkan masyarakat yang mandiri dan berbudaya. “Aspek ekonominya juga sangat kami perhitungkan. Festival ini dirancang untuk meningkatkan kesejahteraan melalui multiplier effect, seperti perputaran ekonomi dan peluang usaha bagi pelaku UMKM,” jelas Ahmad.

Festival Perahu Sandeq Teluk Mandar menampilkan lomba segitiga yang diikuti 34 perahu sandeq. Perlombaan digelar selama dua hari, mulai Sabtu (13/9) hingga Minggu (14/09).

Suasana kian meriah dengan kehadiran stan-stan UMKM yang menjajakan aneka kuliner khas. Masyarakat tampak antusias mengikuti seluruh rangkaian acara. Euforia tersebut turut dimanfaatkan wisatawan yang mengabadikan setiap momen dengan kamera, menjadikan pembukaan festival sebagai promosi wisata bahari Majene yang efektif. (*/Fhatur Anjasmara)

Share:

Redaksi

Media Informasi Rakyat