Jangan Tampilkan Lagi Ya, Saya Mau!

DPRD Pasangkayu Pertanyakan Proyek DAK Air Bersih Rp13 Miliar, Pekerjaan di Lapangan Terbengkalai

Pasangkayu, Katinting.com – Proyek pembangunan jaringan distribusi dan sambungan rumah air bersih di Kabupaten Pasangkayu yang menggunakan Dana Alokasi Khusus (DAK) Tahun Anggaran 2024 diduga mengalami masalah. Dengan anggaran lebih dari Rp13 miliar, proyek yang tersebar di 11 desa pada 6 kecamatan ini tampak tidak kunjung tuntas meski masa pelaksanaannya telah lewat.

BACA JUGA: DPRD Pasangkayu Evaluasi Kinerja Dinkes dan RSUD, Soroti Pelayanan dan Efisiensi Anggaran

Pantauan di lapangan menunjukkan sejumlah pekerjaan yang belum diselesaikan. Salah satu titik yang menjadi sorotan adalah proyek di Desa Polewali, Kecamatan Bambalamotu, yang dikerjakan oleh CV Maputeh dari Kabupaten Majene dengan nilai kontrak Rp1,296 miliar.

Hingga Kamis (15/1), kondisi di lokasi proyek menunjukkan pemasangan pipa yang tidak tuntas dan terpasang sepotong-sepotong. Sebagian pekerjaan terlihat terbengkalai tanpa kejelasan waktu penyelesaian.

Merespon temuan ini, anggota Komisi III DPRD Kabupaten Pasangkayu, Lubis dari Fraksi PKB, menyatakan keprihatinannya. Ia menegaskan perlunya evaluasi serius dan menuntut pertanggungjawaban dari pihak ketiga selaku pelaksana.

“Anggaran Rp1 miliar lebih, tapi pekerjaannya tidak selesai. Ini sangat disayangkan,” ujar Lubis melalui konfirmasi WhatsApp.

“Ini harus dievaluasi. Pihak ketiga harus bertanggung jawab dan tidak meninggalkan pekerjaan begitu saja tanpa benar-benar menyelesaikan kewajibannya,” tegasnya.

Hingga saat ini, CV Maputeh sebagai pelaksana pekerjaan belum memberikan keterangan resmi terkait penyebab keterlambatan dan kondisi proyek yang tidak rampung tersebut. (Udi)

 

Share:

Redaksi

Media Informasi Rakyat