Jangan Tampilkan Lagi Ya, Saya Mau!

DPMPTSP Bontang Dorong Iklim Investasi yang Kondusif

Kantor DPMPTSP Bontang

Katinting.com, Bontang – Iklim investasi di Kota Bontang terus menunjukkan perkembangan positif. Sebanyak 199 pelaku usaha tercatat merealisasikan investasinya pada triwulan II tahun 2025, dengan total 1486 proyek yang berjalan sepanjang periode April hingga Juni. Capaian ini menjadi sinyal bahwa Bontang semakin menarik bagi para pelaku usaha, baik skala kecil maupun besar.

Dari realisasi tersebut, terserap 712 Tenaga Kerja Indonesia (TKI), seluruhnya berasal dari kegiatan Penanaman Modal Dalam Negeri (PMDN). Serapan tenaga kerja ini disebut menjadi salah satu indikator langsung manfaat investasi bagi masyarakat.

Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Kota Bontang, Muhammad Aspiannur, menegaskan bahwa pemerintah terus berupaya meningkatkan kemudahan berusaha bagi investor. Menurutnya, pelayanan yang cepat dan sederhana menjadi kunci untuk mempertahankan kepercayaan pelaku usaha.

“Kami berupaya terus menciptakan kemudahan berusaha bagi para pelaku investasi, agar mereka merasa nyaman dan berkomitmen mengembangkan bisnisnya di Bontang,” ujarnya, Sabtu (1/11/2025).

Ia menyampaikan, keberlanjutan investasi sangat bergantung pada stabilitas regulasi dan kepastian pelayanan pemerintah daerah. Karena itu, DPMPTSP memperkuat koordinasi lintas sektor dalam mempercepat proses perizinan.

Selain itu, pemerintah juga mendorong penggunaan sistem perizinan berbasis digital untuk memudahkan pelaku usaha memonitor izin tanpa harus datang ke kantor pelayanan. Sistem ini dinilai efisien dan mengurangi potensi hambatan administratif.

Hingga periode yang sama tahun ini, terdapat 206 pelaku usaha non-UMK yang beroperasi di Kota Bontang, dengan 196 di antaranya berasal dari PMDN dan 10 dari Penanaman Modal Asing (PMA). Komposisi ini memperlihatkan dukungan kuat pelaku usaha nasional terhadap pertumbuhan ekonomi kota.

Dirinya berharap, tren positif ini dapat terus berlanjut. Pemerintah disebut akan memperkuat ekosistem investasi agar manfaatnya semakin luas bagi masyarakat.

“Kami ingin pertumbuhan ekonomi berjalan seimbang dan dirasakan oleh seluruh lapisan,” katanya. (Re)

Share: