Jangan Tampilkan Lagi Ya, Saya Mau!

Ditengah Pandemi, Para Guru di Mamasa Tempuh Medan Berat Datangi Rumah Siswa

Guru di Mamasa datangi rumah siswa untuk menjalankan proses belajar mengajar di tengah pandemi virus Corona. (Dok. Fdy)

Mamasa, Katinting.com Ditengah pandemi virus Corona atau Covid-19, Pemerintah menganjurkan untuk melakukan proses belajar mengajar lewat daring dan during memanfaatkan fasilitas jaringan internet dan juga lewat televisi.

Hanya saja, proses belajar mengajar lewat daring ini sepenuhnya tak dapat diterapkan di sebagian wilayah di Kabupaten Mamasa karena akses internet yang kurang mendukung dan juga banyak siswa yang rumahnya tidak memiliki televisi.

Olehnya itu, guna terus menjalankan proses belajar mengajar di tengah pandemi ini sejumlah guru di Kabupaten Mamasa mengambil inisiatif untuk terus menjalankan proses belajar mengajar dengan mendatangi rumah siswa.

Guru-guru di SDN 008 Buntubuda, Mamasa misalnya, mereka keliling kampung naik turun gunung mendatangi rumah siswa. Beberapa waktu lalu, hal yang sama juga dilakukan sejumlah guru SDN 014 Loko Desa Mambulilling, Kecamatan Mamasa.

Desa Mambulling merupakan sebuah dmDesa yang tepat berada di Kaki Gunung Mambullling, salah satu gunung yang tertinggi di Sulawsi Barat (Sulbar).

Daerah ini masih tergolong daerah pedalaman. Akses menuju rumah siswa tak bisa dijangkau dengan menggunakan kendaraan roda dua. Para guru termasuk Kepala Sekolah harus berjalan kaki berkilo-kilo meter melintas bukit, mendaki gunung serta menyebrangi sejumlah anak sungai.

Para guru menyebrangi sungai untuk sampai ke rumah siswa. (Dok. Fdy)

Tak jarang medan yang dilalui licin, berlumpur. Perjalanan melelahkan para guru tak sia-sia. Setibanya di depan rumah siswa, mereka diperlihatkan pemandangan yang memberikan semangat sekaligus motivasi.

“Kegiatan ini terpaksa kami dilakukan demi proses belajar mengajar dapat terlaksana meskipun di lakukan di rumah akibat virus corona. Terkait proses belajar menggunakan jaringan during dan daring tidak mungkin bisa kami lakukan karena fasilitas tidak memadai daerah ini tidak terjangkau internet sepenunya belum lagi sebagian siswa tidak punya fasilitas seperti telepon maupun televisi,” ungkap Tasik Lempan Kepala Sekolah SDN 014 Loko.

Tasik Lempan juga menuturkan, untuk semester penaikan kelas tahun ini juga akan dilakukan dirumah. Metodenya, para guru akan membuat soal mata pelajaran. Para guru juga akan membawakan soal tersebut ke rumah-rumah siswa.

Dia juga mengungkapkan proses belajar mengajar dengan mendatangi rumah siswa ini tetap memperhatikan protokol kesehatan yang dikeluarkan oleh pemerintah.

“Proses semesterpum akan kami lakukan dirumah dengan membuat soal kemudian dibagikan kesiswa di rumah mereka masing-masing,” tuturnya.

Para guru-guru ini berharap agar pademi virus Corona yang melanda sejumlah wilayah di negeri ini segera berakhir agar mereka tak lagi kesulitan menjalankan proses belajar-mengajar namun bisa dilangsukan dalam ruangan kelas sebagaimana biasanya.

(Fdy/Zul)

Share:

Redaksi

Media Informasi Rakyat