Mamuju, Katinting.com — Pelaksana Tugas (Plt.) Kepala Dinas Sosial P3A dan PMD Sulawesi Barat (Sulbar), Darmawati, memimpin rapat internal personel Taruna Siaga Bencana (Tagana) di Ruang Rapat Dinsos Sulbar, Jumat (9/1). Langkah tegas ini lahir dari urgensi mempertajam koordinasi menghadapi potensi bencana alam yang mengintai wilayah rawan longsor dan banjir.
Rapat menjadi panggung strategis untuk mengukuhkan peran Tagana sebagai garda terdepan penanggulangan bencana dan perlindungan sosial—pilar utama visi-misi Gubernur Suhardi Duka dan Wakilnya Salim S. Mengga dalam mengentaskan kemiskinan. Namun, di balik apresiasi, Darmawati menusuk kritis: soliditas, disiplin, dan peningkatan kapasitas personel harus menjadi senjata ampuh, bukan sekadar jargon.
“Tagana adalah ujung tombak di lapangan. Kesiapan mental, fisik, dan koordinasi matang jadi kunci agar bantuan bagi masyarakat terdampak bencana tak terhambat birokrasi atau keterlambatan,” tegas Darmawati, sambil menghargai dedikasi tim yang kerap terjun langsung ke medan darurat.
Agenda rapat mencakup evaluasi operasi sebelumnya, simulasi respons musim cuaca ekstrem, serta penguatan sinergi antarbidang Dinsos. Tak ketinggalan, arahan ketat soal administrasi disiplin dan kecepatan tanggap—kritik halus terhadap celah lemah di masa lalu yang bisa mahalkan korban jiwa dan harta.
Darmawati menutup dengan harapan bernas: personel Tagana tak hanya profesional, tapi humanis, siaga bergerak kapan pun badai mengancam. “Kerja kemanusiaan ini butuh ikhlas, kompak, dan tanggung jawab penuh—bukan menunggu perintah, tapi antisipasi nyata,” pungkasnya.
Langkah ini diharapkan jadi katalisator optimalisasi Tagana, mencegah bencana jadi mimpi buruk kemiskinan di Sulbar. (*/Fhatur Anjasmara)






