Pasangkayu, Katinting.com – Kepala Bapenda Pasangkayu menegaskan, efisiensi anggaran kini difokuskan pada pendekatan output-outcome based budgetin guna mendukung visi pembangunan berkelanjutan. Sektor pertanian, kehutanan, dan perikanan disebut sebagai penggerak utama ekonomi Pasangkayu, dengan 14.249 UMMM aktif (12,10% total UMKM Sulbar) dan realisasi Kredit Usaha Rakyat (KUR) mencapai Rp492,71 miliar di 2024.
Hal itu disampaikan saat menghadiri hari jadi ke-3, Ikatan Jurnalis Pasangkayu gelar Dialog Publik bertajuk “Dampak Efisiensi Anggaran terhadap Pertumbuhan Ekonomi dan Pembangunan Daerah”, Rabu (23/7) yang juga dihadiri Sekda Pasangkayu, Anggota DPRD Muhammad Dasri, perwakilan Polres (Kasat Intelkam), dan Kadis Pariwisata.
Muhammad Dasri, Anggota Banggar DPRD Pasangkayu, mengungkapkan langkah efisiensi seperti pemangkasan perjalanan dinas berhasil mengalihkan Rp17 miliar untuk pembangunan infrastruktur.
“Efisiensi bukan sekadar penghematan, tapi upaya menjaga stabilitas fiskal demi pendidikan gratis, kesehatan, dan peningkatan PAD,” tegasnya.
Kadis Pariwisata menyatakan sektor pariwisata tak terdampak efisiensi, dengan kunjungan yang terus meningkat. Sementara Kasat Intelkam Polres menekankan perlunya partisipasi publik dalam pengawasan anggaran untuk mencegah kebocoran.
Dialog ini juga mengusung kolaborasi tiga sektor strategis, yakni Pertanian, perikanan, dan kehutanan. Jasa keuangan dan asuransi. Perdagangan besar/eceran. Sinergi ini dinilai krusial untuk ketahanan pangan, penciptaan lapangan kerja, dan pertumbuhan ekonomi.
Yunus Suparlin menutup acara dengan apresiasi atas partisipasi narasumber dan menegaskan peran jurnalis dalam mengawal transparansi pembangunan. “Media akan terus menjadi mitra kritis bagi pemerintah dan masyarakat,” pungkasnya. (*/udi)






