Jangan Tampilkan Lagi Ya, Saya Mau!

Catatan Kritis Fraksi NasDem DPRD Pasangkayu, Ingatkan Fungsi Kontrol Legislatif Juga Turut Bertanggung Jawab atas Kesalahan Pemerintah

Arham Bustaman saat menyampaikan pandangan Fraksi Partai Nasdem dan menyerahkan kepada pimpinan DPRD Pasangkayu. (Ist)

Pasangkayu, Katinting.com – Fraksi Partai NasDem DPRD Kabupaten Pasangkayu menyampaikan pandangan umum terhadap Rancangan Peraturan Daerah (Ranperda) Perubahan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Tahun Anggaran 2025 dalam rapat paripurna, Selasa (9/9).

Dalam pandangan yang disampaikan Arham Bustaman, Fraksi NasDem menegaskan bahwa perubahan APBD merupakan agenda rutin yang penting sebagai bagian dari sistem pengelolaan keuangan daerah. Perubahan tersebut harus dijalankan secara transparan, akuntabel, serta berpedoman pada ketentuan perundang-undangan yang berlaku.

Fraksi NasDem menekankan bahwa arah perubahan APBD 2025 harus mampu menghadirkan harapan baru bagi masyarakat Pasangkayu. Perubahan anggaran diharapkan dapat dioptimalkan untuk memperbaiki kualitas hidup masyarakat, sesuai dengan tema pembangunan daerah tahun 2025 yakni “Akselerasi Pemulihan Ekonomi dan Kesejahteraan Rakyat”.

Lanjut kata Arham Bustaman, Fraksi NasDem menyampaikan catatan kritis sebagai bahan rujukan pemerintah daerah dalam menyusun kebijakan perubahan APBD, yaitu:
Pemerintah daerah melalui TAPD diminta lebih transparan dan akuntabel saat menyampaikan data kepada DPRD.
Pemerintah tidak boleh melakukan perubahan nilai anggaran tanpa sepengetahuan dan koordinasi dengan DPRD.
Relokasi anggaran perubahan harus memprioritaskan kebutuhan masyarakat.
Perlu penguatan sinergitas lintas OPD untuk memaksimalkan pendapatan asli daerah (PAD).
Upaya peningkatan PAD tidak boleh bertumpu pada kenaikan pajak yang berpotensi memberatkan masyarakat.

Selain itu, anggota Fraksi NasDem, Arham Bustaman, turut menekankan beberapa hal tambahan. Ia meminta agar pemerintah daerah melakukan peninjauan kembali terhadap kegiatan diklat, sosialisasi, dan program lain yang dinilai minim manfaat.

“NasDemjuga mendorong perhatian lebih terhadap kesejahteraan guru honorer, baik tenaga pendidikan maupun kesehatan, sesuai kemampuan keuangan daerah,” kata Arham Bustaman.

Tak hanya itu, Arham yang banyak menghabiskan waktunya di dunia Jurnalis sebelum menjaddi anggota DPRD Pasangkayu itu, mengingatkan pentingnya meningkatkan kerja sama dengan media lokal yang selama ini berperan aktif dalam menyampaikan informasi pembangunan kepada masyarakat melalui pemberitaan yang berimbang.

Lanjut Arham dalam penyampaiannya, Fraksi NasDem menegaskan bahwa kritik yang mereka berikan bukanlah bentuk antipati, melainkan wujud apresiasi dan kecintaan terhadap pemerintah daerah. Kritik dipandang sebagai bahan evaluasi bersama yang berlandaskan objektivitas dan rasionalitas.

“Kesalahan yang terjadi dalam pemerintahan bukan sepenuhnya karena niat buruk atau kesalahan mutlak eksekutif, tetapi juga karena adanya kelemahan fungsi kontrol dari legislatif,” tegas Arham mewakili Fraksi NasDem.

NasDem pun mengajak seluruh pihak untuk bergandengan tangan membangun Pasangkayu agar lebih sejahtera dan mandiri. “Tak ada gading yang tak retak. Manusia tempatnya salah dan khilaf, hanya Tuhan yang memiliki kesempurnaan,” tutup pandangan fraksi yang disampaikan Arham. (*/Anhar)

 

Share:

Redaksi

Media Informasi Rakyat