Jangan Tampilkan Lagi Ya, Saya Mau!

BKPSDM Bontang Permudah Presensi ASN Demi Sukseskan Penimbangan Serentak Balita

Ilustrasi stunting

Katinting.com, Bontang – Pemerintah Kota Bontang terus menunjukkan komitmennya dalam mendukung percepatan penurunan angka stunting. Salah satu langkah nyata itu diwujudkan melalui pelaksanaan Penimbangan Serentak bayi dan balita yang digelar pada 4–8 November 2025 oleh Dinas Kesehatan Kota Bontang. Untuk memastikan keterlibatan pegawai yang memiliki balita, Pemkot Bontang memberikan dispensasi waktu agar para orang tua dapat hadir langsung ke posyandu terdekat.

Mendukung kebijakan tersebut, Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Kota Bontang melakukan penyesuaian sistem presensi agar tidak menghambat partisipasi ASN. Melalui aplikasi presensi digital Bontang Prima (BONPRI), ASN kini dapat melakukan presensi luar jangkauan di lokasi posyandu saat mendampingi balita melakukan penimbangan.

Kepala BKPSDM Kota Bontang, Sudi Priyanto, menegaskan bahwa penyesuaian ini merupakan kebijakan afirmatif untuk memastikan bahwa ASN tidak dihadapkan pada dilema antara tanggung jawab pekerjaan dan tanggung jawab sebagai orang tua. Menurutnya, keluarga adalah fondasi lahirnya sumber daya manusia yang berkualitas.

“Fitur presensi luar jangkauan di BONPRI memberikan kemudahan bagi ASN untuk tetap tercatat hadir secara sah, sekaligus menjalankan peran penting sebagai orang tua dalam mendukung tumbuh kembang anak,” ujarnya, Kamis (6/11/2025).

Ia menjelaskan bahwa inovasi ini bukan sekadar pelayanan teknis, tetapi bagian dari upaya Pemkot Bontang memperkuat sinergi lintas sektor, khususnya antara urusan kepegawaian dan kesehatan masyarakat. Dengan pendekatan tersebut, ASN tidak kehilangan hak dan kewajiban profesionalnya, sementara program kesehatan nasional dapat berjalan optimal.

Ia menyebut bahwa peran aktif ASN dalam penimbangan balita tidak hanya berdampak pada keluarganya sendiri, tetapi juga mendorong kesadaran masyarakat luas tentang pentingnya pemantauan status gizi anak sejak dini.

“Dengan ikut hadir, ASN secara tidak langsung menjadi agen edukasi di lingkungan sekitarnya,” tuturnya.

BKPSDM juga memastikan keamanan data presensi tetap terjaga melalui sistem pelacakan yang terintegrasi. Setiap presensi tercatat secara real-time dengan verifikasi lokasi sesuai titik posyandu terdekat.

Melalui langkah ini, Pemkot Bontang berharap penimbangan serentak dapat mencapai cakupan maksimal dan menjadi langkah berkelanjutan dalam mencetak generasi Bontang yang sehat, kuat, dan bebas stunting. (Re)

Share: