Mamuju, Katinting.com – Gubernur Sulawesi Barat Suhardi Duka telah menerbitkan surat perintah, menunjuk Hasanuddin sebagai Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Badan Perencanaan Pembangunan, Riset dan Inovasi Daerah (Bapperida) Provinsi Sulbar, efektif 5 Januari 2026. Sebelumnya, Hasanuddin memimpin Bidang Perencanaan, Pengendalian, Evaluasi, dan Pembangunan Daerah (PPEPD) di lembaga tersebut.
Upacara serah terima digelar secara khidmat di Ruang Rapat RPJMD Bapperida, Senin (5/1/2026). Muhammad Darwis Damir, Plt pendahulunya, menyerahkan aset barang milik daerah beserta laporan keuangan. Dalam kata perpisahan yang penuh makna, Darwis berpesan: “Karya tetap di sini, kenangan suka duka yang kubawa. Jabatan berganti, silaturahmi abadi.”
Hasanuddin, dengan kerendahan hati mengaku terkejut, menjanjikan dedikasi penuh. “Amanah ini berat, tapi kami siap jalankan dengan dukungan semua pihak,” katanya. Ia pun tunjuk Muhammad Faried Fadal sebagai Pelaksana Harian (Plh) Bidang PPEPD, memastikan kontinuitas.
Visi Strategis 2026: Fondasi Harmonis
Hasanuddin menguraikan agenda inti Bapperida, bagai peta bintang yang menuntun kapal pembangunan:
-
Penyusunan RKPD 2027 yang tepat waktu dan patuh regulasi.
-
Sinkronisasi program prioritas Gubernur lintas OPD.
-
Verifikasi DPA mendalam, agar anggaran lahirkan manfaat riil bagi masyarakat.
Data akurat terintegrasi ditekankan sebagai pondasi utama, menghindari kabut ketidakpastian yang sering menghantui perencanaan daerah.
Harmoni dengan TPHP: Potensi Ternak dan Ekosistem Pertanian
Tak lama, Hasanuddin hadir di Rapat Pemaparan Program Dinas TPHP di Aula Oryza Sativa, hari yang sama. Ia menekankan keselarasan program TPHP dengan lima misi Gubernur dan Wakil Salim S. Mengga, fokus kendalikan inflasi, turunkan kemiskinan-stunting, serta tingkatkan PDRB dan NTP.
“Setiap inisiatif harus beri dampak nyata,” tegasnya. Sorotan utama: UPTD Pembibitan Peternakan, yang dengan pengelolaan apik berpotensi hasilkan PAD ratusan juta dari ternak kambing-sapi, responsif terhadap pasar.
Tenaga Ahli Gubernur mendorong TPHP jadi orkestrator ekosistem pertanian: integrasi data, penguatan SDM, orientasi pasar, dan kolaborasi OPD. Ini langkah elegan menuju pertumbuhan inklusif.
Refleksi Kritis: Dari Visi ke Realisasi
Pergantian kepemimpinan ini membuka lembaran baru Bapperida, selaras RPJMD 2025-2029. Namun, keberhasilan bergantung bukti: apakah sinergi OPD lahirkan hasil, atau tetap janji indah? Dengan agenda terukir jelas, Sulbar berharap alur pembangunan mengalir deras menuju kemakmuran berkelanjutan. (*/Fhatur Anjasmara)






