Jangan Tampilkan Lagi Ya, Saya Mau!

Menu Lokal, Masa Depan Sehat: Dinas Pangan Sulbar Perkuat Pendamping Desa

Mamuju, Katinting.com – Dinas Pangan Daerah Provinsi Sulawesi Barat kembali menunjukkan komitmennya dalam mendukung percepatan penurunan angka stunting dan peningkatan kualitas sumber daya manusia melalui penyelenggaraan Bimbingan Teknis (Bimtek) Penyusunan Menu Beragam, Bergizi, Seimbang, dan Aman (B2SA). Kegiatan yang dilaksanakan di Cafe Awan, Desa Tadui, Kabupaten Mamuju, Selasa 21 Juli 2026, diikuti oleh 15 peserta yang terdiri atas pemerintah desa, Tim Penggerak PKK, kader Posyandu, tenaga gizi, serta perwakilan Dinas Ketahanan Pangan Kabupaten Mamuju.

Bimtek bertujuan meningkatkan kapasitas para pendamping di tingkat desa agar mampu mengedukasi masyarakat tentang pentingnya konsumsi pangan bergizi berbasis potensi pangan lokal sebagai langkah nyata mencegah stunting.

Kegiatan ini menjadi bagian dari implementasi Panca Daya Gubernur Sulawesi Barat, Suhardi Duka, khususnya dalam membangun sumber daya manusia yang sehat, unggul, dan berdaya saing. Melalui penguatan pola konsumsi pangan Beragam, Bergizi, Seimbang, dan Aman (B2SA), Pemerintah Provinsi Sulawesi Barat terus mendorong percepatan penurunan stunting, pengentasan kemiskinan ekstrem, serta peningkatan kualitas gizi masyarakat dengan mengoptimalkan pemanfaatan pangan lokal sebagai sumber nutrisi keluarga.

Selain itu, pelaksanaan Bimtek Penyusunan Menu B2SA ini juga merupakan bagian dari intervensi Program PASTIPADU (Penanganan Stunting Terpadu) dan upaya percepatan penanggulangan kemiskinan ekstrem yang menjadi prioritas Pemerintah Provinsi Sulawesi Barat. Melalui edukasi gizi, peningkatan kapasitas pendamping desa, serta pemanfaatan pangan lokal sebagai sumber nutrisi keluarga, program ini diharapkan mampu meningkatkan kualitas kesehatan masyarakat sekaligus memperkuat ketahanan pangan rumah tangga sebagai fondasi pembangunan sumber daya manusia yang berkelanjutan.

Bimtek dibuka secara resmi oleh Kepala Bidang Penganekaragaman Konsumsi dan Keamanan Pangan Dinas Pangan Daerah Provinsi Sulawesi Barat, Nugroho Hamid, yang mewakili Kepala Dinas Pangan Daerah Provinsi Sulawesi Barat, Suyuti Marzuki. Turut hadir Kepala Desa Tadui, Ical Jumalang, beserta unsur pemerintah desa dan para peserta yang menjadi ujung tombak edukasi gizi di masyarakat.

Dalam sambutannya, Nugroho Hamid menegaskan, pemenuhan gizi sejak masa awal kehidupan merupakan investasi jangka panjang bagi pembangunan daerah. Menurutnya, generasi yang sehat dan cerdas hanya dapat diwujudkan apabila kebutuhan gizi masyarakat terpenuhi secara baik sejak masa kehamilan hingga anak memasuki usia dua tahun atau periode 1.000 Hari Pertama Kehidupan (1000 HPK).

“Melalui Bimtek Penyusunan Menu B2SA ini kami ingin meningkatkan kapasitas para pendamping di tingkat desa agar mampu memberikan edukasi yang tepat kepada masyarakat. Pencegahan stunting harus dimulai sejak masa kehamilan hingga 1.000 Hari Pertama Kehidupan karena pada periode inilah fondasi tumbuh kembang anak dibentuk,” ujar Nugroho.

Nugroho menekankan, stunting bukan sekadar persoalan kesehatan, melainkan juga menyangkut kualitas sumber daya manusia, produktivitas, hingga daya saing daerah di masa depan. Oleh karena itu, upaya pencegahan harus dilakukan secara kolaboratif melalui sinergi pemerintah, tenaga kesehatan, pemerintah desa, TP PKK, kader Posyandu, dan seluruh elemen masyarakat.

Ia menambahkan, pemanfaatan pangan lokal menjadi salah satu strategi penting dalam mewujudkan ketahanan pangan sekaligus meningkatkan kualitas konsumsi masyarakat. Selain mudah diperoleh, pangan lokal dinilai lebih terjangkau sehingga dapat mendukung upaya pencegahan stunting secara berkelanjutan.

Menurutnya, keberhasilan program tidak hanya diukur dari terlaksananya kegiatan bimtek, tetapi juga dari kemampuan peserta dalam menerapkan ilmu yang diperoleh kepada masyarakat. Para peserta diharapkan menjadi agen perubahan yang mampu memberikan pendampingan kepada keluarga, khususnya ibu hamil, ibu menyusui, dan keluarga yang memiliki balita.

Selama kegiatan berlangsung, peserta memperoleh materi mengenai penyusunan menu B2SA, prinsip gizi seimbang, pemenuhan gizi pada periode 1000 HPK, serta petunjuk pelaksanaan pemberian makanan bagi ibu hamil, ibu menyusui, dan balita stunting. Materi disampaikan secara interaktif agar peserta mampu menerapkannya dalam kehidupan sehari-hari dan menjadi edukator di lingkungan masing-masing.

Bimtek juga menghadirkan narasumber dari Ikatan Ahli Kesehatan Masyarakat Indonesia (IAKMI), Andi Candrawali, yang menyampaikan materi tentang pemenuhan gizi 1000 HPK berbahan pangan lokal. Peserta diajak memahami bahwa berbagai komoditas pangan lokal memiliki kandungan gizi yang mampu memenuhi kebutuhan nutrisi keluarga apabila diolah secara tepat dan seimbang.

Melalui kegiatan ini, Dinas Pangan Daerah Provinsi Sulawesi Barat berharap kolaborasi antara pemerintah daerah, pemerintah desa, tenaga kesehatan, TP PKK, kader Posyandu, serta masyarakat semakin kuat dalam mewujudkan generasi Sulawesi Barat yang sehat, bebas stunting, dan memiliki kualitas sumber daya manusia yang unggul sebagai fondasi pembangunan daerah di masa depan. (*/FA)

Share:

Redaksi

Media Informasi Rakyat