Mamuju Tengah, Katinting.com – Tobadak wilayah transmigrasi terbesar di Mamuju Tengah, menjadi panggung akhir Musrenbang kecamatan yang dihadiri penuh oleh pemerintah desa, perwakilan TNI-Polri, dan stakeholder pembangunan lainnya.
Dalam sambutannya, Hj Nirmalasari Aras menyoroti keunggulan Tobadak yang patut disyukuri. “Di sektor perkebunan, wilayah ini unggul dengan sawit, kakao, dan kelapa dalam yang potensial dihilirisasi. Pertanian kita banggakan lewat produksi jagung melimpah dan padi sawah subur. Tak ketinggalan peternakan sapi, kambing, ayam, dan itik yang siap jadi andalan ekonomi rakyat,” ujarnya.
Lebih jauh, ia paparkan kekayaan pariwisata yang dikelola desa serta keunikan akulturasi budaya dari Tobadak 1 hingga 8, plus UPT Saluandeang sebagai calon Tobadak 9. “Bayangkan, hamparan lahan luas sejauh mata memandang ini bisa jadi kanvas alam penopang IKN. Topografi mendukung agroindustri pangan berkelanjutan untuk masa depan ibu kota baru,” tambahnya.
Namun, tantangan nyata tak terelakkan: akses terbatas ke pasar, kualitas pendidikan rendah, serta layanan kesehatan di desa pinggiran—meski pusat kecamatan sudah memadai. “Ini prioritas rencana pembangunan tahun ini. Musrenbang adalah wadah musyawarah mufakat; sinergikan aspirasi masyarakat dengan program pusat, provinsi, dan daerah,” tegas Nirmalasari.
Ia ajak fokus pada hilirisasi perkebunan, modernisasi pertanian-peternakan, penguatan SDM via pendidikan vokasi, serta infrastruktur seperti jalan akses dan puskesmas desa. “Dengan itu, transformasi ekonomi Tobadak akan berkelanjutan dan berdaya saing tinggi. Semoga usulan prioritas ini matang untuk kesejahteraan rakyat, wujudkan visi Mamuju Tengah Emas 2045,” tutupnya. (ADV/Fhatur Anjasmara)






