
Katinting.com, Sangatta – Desa Kandolo, Kecamatan Teluk Pandan, menorehkan prestasi gemilang setelah tim sepak takraw mudanya berhasil meraih juara pertama pada tingkat Kabupaten Kutai Timur (Kutim) untuk kategori U-15 hingga U-20. Kemenangan ini disambut penuh rasa syukur oleh Kepala Desa Kandolo, Alimuddin, yang menilai prestasi tersebut sebagai buah dari komitmen desa dalam menyediakan fasilitas dan pembinaan olahraga bagi pemuda.
Alimuddin menegaskan bahwa sejak beberapa tahun terakhir pemerintah desa berupaya menghadirkan sarana olahraga yang lengkap dan dapat digunakan secara gratis oleh masyarakat. Mulai dari lapangan bola voli, badminton, sepak takraw, hingga sport center yang dibangun untuk menunjang berbagai aktivitas olahraga pemuda.
“Kami menyediakan sport center, berbagai fasilitas kami sediakan dan gratis. Ini memang komitmen kami agar anak-anak punya tempat untuk berkembang,” ujarnya.
Ia menjelaskan bahwa pembinaan olahraga di Kandolo sepenuhnya melibatkan Karang Taruna sebagai motor penggerak. Menurutnya, organisasi kepemudaan tersebut memiliki peran penting dalam merangkul para pemuda dan menjaga agar aktivitas mereka tetap produktif.
“Kami fokus membina mereka melalui Karang Taruna. Pembinaannya bukan asal-asalan. Kami ingin anak-anak ini punya masa depan, dan olahraga adalah pintu menuju hal itu,” katanya.
Alimuddin mengaku sangat bangga dengan pencapaian atlet muda Kandolo yang berhasil mengharumkan nama desa dalam kompetisi tingkat kabupaten.
“Untuk U15 sampai U20 itu kita juara satu untuk sepak takraw. Itu pembuktian bahwa anak-anak Kandolo mampu bersaing dengan desa-desa lain di Kutim,” tuturnya saat diwawancarai di Hotel Royal Victoria Sangatta Utara, Sabtu (29/11/2025).
Selain sepak takraw, pemerintah desa juga terus mengembangkan sejumlah cabang olahraga lain yang diminati masyarakat, seperti sepak bola, voli, dan lomba mancing. Menurut Alimuddin, olahragalah yang paling cepat menyatukan masyarakat sekaligus membuka ruang bagi pemuda untuk mengasah kedisiplinan serta kerja sama tim.
“Kami ingin olahraga jadi budaya. Bukan hanya lomba, tapi bagian dari kehidupan warga. Makanya kami terus bangun fasilitasnya,” tegasnya.
Di luar prestasi olahraga, Karang Taruna juga dilibatkan dalam berbagai aktivitas pembangunan desa mulai dari kegiatan sosial, kepemudaan, hingga mendukung program kerja pemerintah desa. Menurut Alimuddin, keberhasilan desa tidak akan terwujud tanpa peran aktif pemuda.
“Karang Taruna ini aset besar. Mereka itu garda terdepan kalau ada kegiatan desa. Jadi pembinaannya harus kuat,” jelasnya.
Pemerintah desa juga memastikan organisasi lain seperti PKK dan LPM mendapat ruang untuk berpartisipasi, sehingga seluruh unsur masyarakat terlibat dalam pembangunan Kandolo.
Dengan kemenangan di cabang sepak takraw ini, Alimuddin berharap prestasi olahraga Desa Kandolo dapat terus meningkat dan menjadi inspirasi bagi pemuda desa lainnya untuk berani bermimpi dan berprestasi. (ADV).






