Mamuju, Katinting.com – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sulawesi Barat mendapatkan pengawasan langsung dari Perpustakaan Provinsi Sulbar terkait tata kelola kearsipannya. Kunjungan ini bukan sekadar formalitas, melainkan upaya strategis memastikan setiap dokumen penanggulangan bencana tertib, terkelola, dan dapat dipertanggungjawabkan.
Tim dari Perpustakaan Sulbar diterima langsung oleh Pengadministrasi Perkantoran BPBD Sulbar, Zelfina, di kantor BPBD, Selasa (18/9). Agenda utama adalah pembinaan dan pengawasan untuk memastikan pengelolaan arsip di lingkungan BPBD berjalan sesuai standar dan peraturan yang berlaku.
Arsip dinilai sebagai tulang punggung tata kelola pemerintahan yang akuntabel. Terutama bagi BPBD, ketersediaan dokumen yang rapi bukan hanya urusan administrasi, melainkan modal vital untuk perencanaan, pelaporan, dan evaluasi kegiatan penanggulangan bencana.
Plt. Kepala Pelaksana (Kalaksa) BPBD Sulbar, Muhammad Yasir Fattah, menyambut positif langkah ini. Ia menegaskan komitmen institusinya untuk meningkatkan transparansi dan akuntabilitas.
“Kami siap menindaklanjuti setiap hasil pengawasan. Pengelolaan arsip yang profesional adalah kunci untuk menjaga memori institusi dan menjadi sumber informasi yang kredibel,” tegas Yasir.
Baca juga; Hari Ketiga Pelatihan Kajian Kebutuhan Pascabencana: Fokus pada Sektor Permukiman
Yasir juga menambahkan bahwa upaya penertiban arsip ini merupakan implementasi dari instruksi Gubernur Sulbar, Suhardi Duka, yang konsisten mendorong pemerintahan yang bersih, tertib administrasi, dan berorientasi pada pelayanan publik.
Komitmen untuk modernisasi sistem administrasi dan kearsipan terus dicanangkan. Harapannya, sistem yang efektif dan modern ini dapat memperkuat kinerja BPBD Sulbar dalam menjalankan tugas pokoknya menangani bencana di daerah tersebut. (*/Fhatur Anjasmara)






