Katinting.com, – Penajam Paser Utara – Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU), Andi Muhammad Yusuf, menanggapi dominasi jurusan teknik dalam formasi penerimaan Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS).
Andi Yusuf menjelaskan bahwa kuota yang telah ditetapkan adalah hasil perhitungan teknis dari Pemerintah Kabupaten PPU. Namun, DPRD dapat memberikan dukungan politis jika kuota yang diusulkan belum terpenuhi.
“Jika yang direkrut nanti adalah dari jurusan umum atau teknik, itu adalah urusan Pemkab. Namun, kami siap membantu secara politis jika diperlukan,” ungkapnya pada Rabu, 11 September 2024.
Ia menambahkan bahwa jika ada masalah dengan kuota atau syarat yang terlalu berat, pihaknya akan berkonsultasi langsung dengan pemerintah pusat. Andi Yusuf mencontohkan kasus penerimaan Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) untuk guru, di mana syarat minimal 2 tahun pengalaman menyebabkan hanya 150 dari 300 formasi yang terisi.
“Kami mengajukan keberatan ke pemerintah pusat terkait syarat 2 tahun tersebut. Alhamdulillah, permohonan kami direspon dengan baik dan dikabulkan,” jelasnya.
Andi Yusuf berharap persyaratan yang lebih fleksibel dapat membantu memenuhi kekurangan guru di sekolah-sekolah, karena guru merupakan sumber daya manusia (SDM) yang penting untuk meningkatkan kualitas pendidikan di PPU.
“Kami sangat berharap kekurangan guru dapat diatasi, sehingga mereka bisa mengajar dan meningkatkan kualitas SDM anak-anak kita,” pungkasnya.






