Jangan Tampilkan Lagi Ya, Saya Mau!

Jalur Penghubung Desa Kire – Desa Lumu, Rusaknya Dikeluhkan Warga, Dirsa: Mereka tidak pernah serius membangun jalur transportasi wilayah pesisir

Kondisi terkini jalan penghubung Desa Kire dengan Desa Lumu, menuju Dusun Sikeang. (dok Ist)

Mamuju Tengah, Katinting.com – Jalan penghubung antar Desa Kire dengan Desa Lumu, di Kecamatan Budong budong di keluhkan warga, sebab kubangan berlumpur bertebaran di semua sisi jalan, menyiksa pengendara pengguna jalan ini.

Kepada laman ini, warga Dusun Sikeang, Musa, yang setiap saat melintas di jalur penghubung antara Desa Kire dengan Desa Lumu, merasakan betul betapa rusaknya jalan itu, sehingga untuk akses ke Ibukota Kecamatan Budong budong hingga Ibukota Kabupaten Mamuju Tengah, menghabiskan Waktu cukup lama.

“Bagaimana tidak, hampir semua badan jalan di ruas jalan Kire – Lumu ini, kubangan semua, dan berlumpur, kita hindari kubangan yang satu, kita masuk ke kubangan yang lain, tentu ini bikin menderita melintasinya” ungkap Musa, Jumat (07/06).

Ia mengatakan bahwa kondisi rusaknya, jalan itu, sudah beberapa kali mendapatkan perhatian, baik dari pemerintah kabupaten Mamuju Tengah, maupun dari para politisi yang pernah duduk di DPRD Mamuju Tengah.

“Tapi perhatian itu, hanya sebatas janji, mereka hanya dating bawa cerita, seperti angin, menguap, setelah mereka pulang, karena jalan kami tetap rusak parah” kesal Musa.

Senada Musa, salah seorang warga Desa Lumu, Dirsa, mengungkapkan kalau pemerintah sebenarnya tidak pernah serius membangun jalur transportasi wilayah pesisir, sebab buktinya, hal yang serupa juga terjadi di Desa Budong budong, Kecamatan Topoyo.

“Jadi jalan rusak yang ada di antara Kire dan Lumu, serta Tumbu Patulana, menggambarkan betapa kemudian, Pemkab Mamuju Tengah dan DPRD tidak peduli masyarakat pesisir, buktinya, beton sampai ke Tobadak III, sementara wilayah pesisir berlumpur” ungkap Dirsa.

Olehnya Ia berharap kepada Pemkab Mamuju Tengah dan DPRD Mamuju Tengah, kiranya bisa peka, atas kondisi yang masyarakat hadapi, terlebih kemudian anggota DPRD Mamuju Tengah Dapil Budong budong, mana perhatiannya.

“Itupi mereka dating, kalau dating tabur janji, saat duduk, jalan kami diabaikan untuk mereka bangun, jadi mestinya peka sedikit, soal kondisi yang kami alami” harap Dirsa.

Sementara itu, upaya konfirmasi ke Dinas PUPR Mamuju Tengah, belum membuahkan hasil, nomor telepon yang dihubungi laman ini sedang tidak aktiv. (Fhatur Anjasmara)

Share:

Redaksi

Media Informasi Rakyat