Jangan Tampilkan Lagi Ya, Saya Mau!

Dinkes Gelar Agenda Rencana Penurunan Aksi Stunting

Suasana pelaksanaan pertemuan rencana aksi stunting di Mateng. (Dok. Mahfudz)

Mateng, Katinting.com – Dinas Kesehatan Mamuju Tengah (Mateng) menggelar kegiatan rencana aksi penurunan stunting bertempat di salah satu aula wisma di Mateng, Kamis (01/10),

Kegiatan ini, dibuka oleh Plt Bupati Mateng, Andi Bau Akram Dai, di dampingi lansung oleh Kadinkes Mateng, Setya Bero, bersama dengan Sekertaris Bappeda Mateng, Lita Febriani.

Pada kesempatan ini, Kadinkes Mateng, Setya Bero, menyempaikan, program rencana aksi penurunan stunting ini adalah, upaya nyata dan real dari Pemkab Mateng, yang terus digalakan guna memastikan kedepan daerah ini terbebas dari kasus stunting atau gizi buruk.

Dari data yang dimiliki oleh Dinkes Mateng, tercatat hingga tahun 2019, prevalensi stunting cukup tinggi mencapai 41, 59 persen, tentu ini menjadi perhatian Pemkab, terus menerus sehingga kegiatan penanganan dan pencegahannya terus secara survival dilakukan.

“Salah satu upaya itu, meningkatkan dorongan lintas sektoral, dalam hal kegiatan yang dapat mendorong percepatan penurunan kasus gizi buruk di Mateng,” urai Setya Bero

Sementara itu Plt Bupati Mateng, Andi Bau Akram Dai, menyampaikan bahwa Generasi penerus bangsa harus sehat, cerdas, kreativ dan produktif. Jika anak-anak terlahir sehat tumbuh dengan baik dan didukung oleh pendidikan yang berkualitas maka mereka akan menjadi generasi yang memegang kesuksesan pembangunan bangsa.

“Dan tentu ini harus tetap menjadi perhatian kita bersama, sebagai bagian dari perencanaan pembangunan generasi yang sehat dan berkualitas di Mateng,” ujar Akram.

Lebih jauh, pangeran dari Mamuju ini, menuturkan kalau tingginya prevalensi stunting di Mateng, kiranya mesti menjadi perhatian bersama lintas stakeholder bersama pemerintah.

“Jadi berdasarkan hasil riset kesehatan dasar (Rikesdas), ditemukan angka 41,59 persen tingkat prevalensi stunting di Bumi Lalla Tassisara, menjadikan Mateng, berada diurutan ke empat di Sulbar ditemukannya penderita gizi buruk dan ini mesti menjadi perhatian serius lintas sektoral bersama sama,” pungkas Akram.

(Mahfudz)

Share:

Redaksi

Media Informasi Rakyat