Towiora, Donggala — Masyarakat Desa Towiora menyampaikan permintaan tegas kepada pihak perusahaan PT Lestari Tani Teladan (PT LTT) agar menghentikan sementara aktivitas panen di area yang masih berstatus sengketa antara warga dan perusahaan.
Warga menilai bahwa kegiatan panen yang terus dilakukan di lahan tersebut berpotensi memicu gesekan antara masyarakat dan pihak perusahaan. Untuk menghindari konflik terbuka, mereka mendesak PT LTT agar menahan diri hingga ada kepastian hukum terkait status kepemilikan lahan.
“Kami tidak menolak investasi, tapi kami ingin hak kami diakui dan diselesaikan secara adil. Jangan sampai masyarakat diprovokasi dengan aktivitas panen yang bisa memicu keributan,” ujar salah satu tokoh masyarakat Towiora, Senin (30/6).
Masyarakat juga meminta aparat penegak hukum, baik dari kepolisian maupun TNI, untuk tetap menjaga netralitas dan tidak melakukan pengamanan yang dinilai berpihak kepada perusahaan sebelum ada keputusan hukum yang final.
“Kami berharap pendekatan yang digunakan lebih persuasif dan mengutamakan stabilitas keamanan wilayah. Jangan ada tekanan atau intimidasi dari pihak manapun,” tambahnya.
Warga Desa Towiora berharap persoalan sengketa lahan ini bisa diselesaikan secara damai melalui jalur musyawarah ataupun proses hukum yang transparan dan berkeadilan. (*/Udi)






