Mamasa, Katinting.com – Warga Desa Buntu Buda, Kecamatan Mamasa, tengah menghadapi krisis irigasi di tengah kemarau panjang yang mengancam produktivitas pertanian mereka. Kekeringan yang melanda persawahan di wilayah ini menyebabkan tanah retak dan tanaman padi menguning lebih awal. Warga pun kecewa karena janji pemasangan 20 pipa irigasi dari Dinas Pertanian Mamasa hingga saat ini belum terealisasi.
Yusuf, salah satu warga Desa Buntu Buda, mengungkapkan kekecewaannya atas lambatnya respons dari pihak Dinas Pertanian dan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Mamasa. Menurutnya, sudah satu minggu sejak kunjungan Pj Bupati Mamasa ke persawahan warga yang kering, namun belum ada tindakan nyata yang dilakukan untuk memperbaiki kondisi tersebut.
“Kami sangat kecewa dengan janji Dinas Pertanian dan Pj Bupati Mamasa soal 20 batang pipa untuk irigasi di Tetean Tiga, yang sampai sekarang belum terealisasi. Kondisi irigasi di Tetean memang sangat memprihatinkan, dan air sungai sudah tidak mengalir ke sawah kami. Kalau ini terus dibiarkan, tanaman padi bisa gagal panen,” ungkap Yusuf kepada media ini, Kamis (22/8).
Kepala Desa Buntu Buda, Armas, juga menyatakan kekecewaannya terhadap janji yang belum dipenuhi oleh pihak Dinas Pertanian. Menurutnya, hingga saat ini belum ada informasi lanjutan terkait pipa irigasi yang dijanjikan tersebut.
“Saya sangat menyayangkan pernyataan dari Dinas Pertanian yang tersebar di media online mengenai bantuan pipa yang dijanjikan oleh Pemda saat kunjungan ke Tetean. Sebagai kepala desa, saya belum menerima informasi apapun terkait bantuan tersebut hingga sekarang,” kata Armas saat dihubungi melalui WhatsApp.
Armas menjelaskan bahwa pihaknya telah berkoordinasi dengan berbagai pihak, termasuk Pj Bupati dan Dinas Pertanian, namun belum ada langkah konkret yang diambil untuk mengatasi masalah ini.
“Kami sudah melakukan koordinasi mulai dari Pj Bupati hingga Dinas Pertanian, tetapi yang kami dapat hanya jawaban bahwa bantuan akan segera direalisasikan. Namun, sampai saat ini belum ada bukti nyata,” terangnya.
Situasi ini semakin memperburuk kondisi para petani di Desa Buntu Buda yang sangat bergantung pada irigasi untuk kelangsungan tanaman mereka. Dengan tidak adanya pipa irigasi yang dijanjikan, harapan warga kini hanya tertuju pada turunnya hujan, agar sawah mereka tidak sepenuhnya gagal panen.
(*)






