
Katinting.com, Sangatta – Sejak awal 2025, sistem pengelolaan sampah di Tempat Pembuangan Sampah Terpadu (TPST) Pasar Induk Sangatta mengalami perubahan besar. UPT Kebersihan Sangatta Utara kini menerapkan metode pemilahan murni dan tidak lagi melakukan pembakaran menggunakan insinerator.
Kepala UPT Kebersihan Sangatta Utara, Jurianto, menjelaskan bahwa perubahan ini dilakukan untuk mendukung kebijakan lingkungan yang lebih ramah dan berkelanjutan.
“Dulu hampir semua sampah dibakar. Tapi sejak Januari 2025, kami ubah sistemnya jadi pilah murni. Organik kami olah, non-organik kami buang ke TPA,” ujarnya.
Meski di awal sempat menimbulkan kesalahpahaman di masyarakat, ia menyebut perubahan itu kini mulai dipahami warga sekitar.
“Sempat ada aksi protes kecil karena warga belum tahu cara kerja baru. Tapi setelah dijelaskan, mereka mulai paham,” katanya.
Dengan sistem baru ini, TPST hanya menjadi titik transit sebelum sampah dibawa ke TPA.
“Yang bisa dimanfaatkan kita olah, yang tidak ya kita buang. Jadi lebih efisien,” jelasnya.
Saat ini, Jurianto menyebut pengelolaan sampah sudah membaik dibanding sebelumnya.
“Sekarang truk sudah bisa masuk ke TPST, ada tiga sampai empat ritasi per hari. Dulu hanya pakai roda tiga,” katanya.
Ia berharap dukungan masyarakat terus tumbuh seiring peningkatan sistem pengelolaan.
“Masalah sampah enggak bisa diselesaikan sendiri. Harus ada gotong royong antara pemerintah dan masyarakat,” tegasnya.(Adv)






