Mamuju, Katinting.com – Dalam rangka bulan vaksinasi Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) Nasional yang berlangsung dari Februari hingga Maret 2025, Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura, dan Peternakan (TPHP) Provinsi Sulawesi Barat (Sulbar) terus melakukan vaksinasi PMK di enam kabupaten. Langkah ini diambil sebagai upaya cepat untuk mengatasi penyebaran PMK di wilayah Sulbar dan melindungi kesehatan ternak.
Kepala Bidang Peternakan dan Kesehatan Hewan (PKH) Dinas TPHP Sulbar, Nur Kadar, menjelaskan bahwa vaksinasi PMK telah dimulai sejak Januari 2025. Program vaksinasi ini difokuskan pada ruminansia besar, seperti sapi dan kerbau. Hingga saat ini, pelaksanaan vaksinasi terus ditingkatkan untuk mencapai target yang lebih optimal.
“Selama bulan vaksinasi ini, kami berencana melakukan vaksinasi sekitar 9.000 dosis dari total 11.000 dosis vaksin yang telah diterima,” ujar Nur Kadar pada Rabu (5/2/2025).
Hingga tanggal 4 Februari 2025, jumlah vaksin yang telah disuntikkan mencapai 2.772 dosis, yang terdiri dari vaksin yang bersumber dari CRS, APBN Kementan, serta Vaksin Mandiri.
Pejabat Otoritas Veteriner (POV) Sulbar sekaligus Sekretaris Dinas TPHP Sulbar, drh. Agus Rauf, memberikan apresiasi tinggi kepada tim vaksinasi PMK yang bekerja tanpa mengenal lelah di seluruh kabupaten Sulbar. Menurutnya, mereka merupakan garda terdepan dalam mengatasi masalah penyebaran PMK di daerah.
“Tim vaksinasi di seluruh kabupaten telah bekerja keras dan kami sangat mengapresiasi usaha mereka. Kami juga mengajak para peternak untuk bersinergi dengan pemerintah dalam mendukung vaksinasi ini. Dengan vaksinasi, kekebalan tubuh ternak akan meningkat dan dapat mengurangi kerugian ekonomi bagi peternak,” kata Agus Rauf.
Agus juga mengimbau agar peternak yang membutuhkan vaksin untuk segera menghubungi petugas dinas atau pusat pelayanan kesehatan hewan (Puskeswan) terdekat. Selain itu, peternak juga dapat menghubungi Hotline 0811-1182-7889 untuk informasi lebih lanjut.
Vaksinasi PMK menjadi langkah penting dalam menjaga ketahanan pangan, khususnya dalam sektor peternakan, yang menjadi salah satu sektor utama perekonomian di Sulawesi Barat. Dengan tingginya angka vaksinasi, diharapkan Sulbar dapat terhindar dari potensi wabah PMK yang dapat berdampak besar pada kesejahteraan peternak.
Dengan kolaborasi antara pemerintah dan peternak, diharapkan Sulawesi Barat dapat menciptakan lingkungan yang lebih aman dan sehat bagi peternakan dan meningkatkan ketahanan ekonomi daerah. (Adv)






