Mamuju, Katinting.com – Gubernur Sulawesi Barat, Suhardi Duka, menegaskan dua pilar utama pembangunan pendidikan di Sulbar: pendidikan karakter dan tata kelola sekolah yang bersih dan akuntabel. Ia menyebut guru sebagai fondasi utama dalam membentuk generasi berkarakter sekaligus sebagai penjaga wibawa institusi pendidikan.
Dalam Bimbingan Teknis Pembelajaran Mendalam dan Pengukuhan Ibunda Guru dan Bunda PAUD Sulbar di Ballroom Andi Depu, Kantor Gubernur Sulbar, Kamis (30/10), Suhardi Duka menyampaikan bahwa membangun SDM unggul bergantung pada kualitas dan ketulusan guru.
“Tidak ada pejabat atau gubernur lahir tanpa jasa guru. Guru adalah garda terdepan pendidikan karakter,” ujar Suhardi Duka.
Ia menegaskan paradigma pendidikan kini menuntut pendekatan humanis, meninggalkan praktik hukuman fisik. “Didik siswa dengan kasih sayang, bukan kekerasan. Perhatian guru bisa mengubah hidup anak,” katanya.
Selain menyoroti peran guru dalam membangun karakter, Duka juga mengingatkan agar kepala sekolah menegakkan tata kelola yang transparan dan bebas pungutan. “Pungutan liar harus diberantas. Masyarakat sekarang sangat peka dan hal kecil saja bisa mencoreng nama baik sekolah,” tegasnya.
Ia juga mengecam praktik seremonial berlebihan saat kunjungan pejabat. “Kunjungan harus sederhana tanpa tari-tarian, kalung sutra, atau amplop,” imbuhnya.
Gubernur meminta kepala sekolah berani mempertahankan wibawa institusi. “Jika sekolah disegel atau bermasalah hukum, lawan sampai tuntas. Jika diam, saya siap menonjobkan kepala sekolahnya. Kita harus punya harga diri,” ucapnya.
Duka mengajak seluruh guru dan kepala sekolah untuk berintegritas dan tidak takut menghadapi tekanan, asal tidak melakukan kesalahan. “Kalau tidak korupsi, hadapi semua tekanan dengan kepala tegak,” kata dia.
Menutup arahan, ia menekankan pentingnya pendidikan karakter yang dibina melalui kegiatan kepramukaan di sekolah. “Saya ingin generasi Sulbar tumbuh patriotik, cinta tanah air, dan peduli sesama. Di Pramuka, karakter sesungguhnya terbangun,” tandas Suhardi Duka.
Ia mengingatkan bahwa pembangunan karakter dan tata kelola pendidikan yang baik adalah kunci Sulbar keluar dari masalah kemiskinan, stunting, dan pertumbuhan ekonomi yang rendah. “Dengan guru berintegritas dan sistem yang bersih, Sulbar bisa lebih maju,” pungkasnya. (*/Fhatur Anjasmara)






