Mamasa, Katinting.com – Sebuah rumah adat di Desa Masewe, Kecamatan Nosu, Kabupaten Mamasa, Sulawesi Barat, dilalap api hingga rata dengan tanah pada Senin (24/11/2025) sekitar pukul 22.15 Wita.
Kebakaran yang berlangsung cepat itu menghanguskan seluruh bangunan rumah yang selama ini menjadi simbol budaya masyarakat setempat.
Peristiwa nahas tersebut diduga dipicu api dapur yang tidak sempat dipadamkan pemilik rumah sebelum beristirahat. Api kemudian merembet ke bagian lain bangunan yang sebagian besar terbuat dari kayu, sehingga membuat kobaran semakin besar dalam waktu singkat.
“Saat kejadian, di rumah hanya ada ibu rumah tangga dan anaknya. Kami bersyukur mereka berhasil menyelamatkan diri,” ujar Soleman, salah satu pemilik rumah adat, saat di wawancara media.
Menurut Soleman, seluruh isi rumah habis terbakar tanpa tersisa. Perabot, hasil panen padi serta uang tunai yang disimpan pemilik rumah, semuanya ludes.
“Tidak ada barang berharga yang sempat diselamatkan. Hanya beberapa pakaian di badan yang akhirnya bisa dibawa keluar,” ungkapnya.
Ketiadaan armada pemadam kebakaran di wilayah Nosu membuat proses penanganan kebakaran berlangsung sangat terbatas. Jarak yang jauh dari pusat kota Mamasa menjadi kendala, sehingga warga hanya mengandalkan peralatan seadanya, berupaya memadamkan api.
Meski telah berupaya maksimal, warga baru berhasil mengendalikan api setelah beberapa jam. Untungnya, kobaran tidak menjalar ke rumah lainnya yang berada di sekitar lokasi.
Setelah kejadian ini, keluarga penghuni rumah adat tersebut terpaksa mengungsi sementara ke rumah kerabat yang tidak jauh dari lokasi kebakaran.
Pemilik rumah berharap pemerintah daerah dapat memberikan perhatian khusus terhadap korban musibah ini. Selain karena kerugian materil yang mencapai ratusan juta rupiah, rumah adat tersebut memiliki nilai sejarah dan budaya yang sangat penting bagi masyarakat Mamasa. (Saldi)






