Katinting.com, Bontang – Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kota Bontang kembali menegaskan komitmennya membangun pemerataan fasilitas pendidikan hingga ke wilayah paling terpencil. Salah satu buktinya adalah revitalisasi seluruh ruang kelas SDN 016 Tihi-Tihi, sekolah di atas laut yang menjadi satu-satunya tempat belajar bagi anak-anak pesisir.
Kepala SDN 016, Tri Ayuningsih Puji Astuti, mengatakan proyek rehabilitasi sudah berjalan tiga hari dan menargetkan selesai dalam waktu satu bulan.
“Mulai dari kelas 1 sampai 6 semua direhab. Kami bersyukur sekolah kami mendapat perhatian penuh dari pemerintah,” ujarnya, Senin (17/11/2025).
Rehab dilakukan dengan mengganti material lama yang lapuk, memperkuat struktur kayu penopang, dan memperindah ruang belajar agar lebih nyaman bagi siswa. Kondisi bangunan sebelumnya memang sudah banyak mengalami kerusakan akibat cuaca laut yang ekstrem.
Menurut Tri Ayu, perhatian Disdikbud ini tidak hanya berdampak pada fisik bangunan, tapi juga memacu semangat belajar siswa. “Anak-anak semakin rajin datang ke sekolah. Mereka senang melihat ruang kelasnya mulai diperbaiki,” tuturnya.
Ia menjelaskan, SDN 016 berdiri sejak tahun 2002 dan menjadi satu-satunya sekolah dasar di kawasan Tihi-Tihi. Akses menuju sekolah hanya bisa ditempuh dengan kapal kecil sekitar 20 menit dari daratan utama.
“Sekolah ini tidak hanya tempat belajar, tapi juga simbol perjuangan pendidikan di wilayah pesisir,” kata dia.
Disdikbud Bontang berharap, melalui perbaikan sekolah-sekolah di wilayah pesisir, kualitas pendidikan dapat meningkat merata di seluruh kota.
“Kami ingin anak-anak di pesisir mendapat hak pendidikan yang sama seperti di wilayah perkotaan,” pungkasnya. (Re)






