Jangan Tampilkan Lagi Ya, Saya Mau!

Pj. Gubernur Bahtiar: Sulbar Harus Jadi Bagian dari Indonesia Emas 2045

Pj. Gubernur Sulbar, Bahtiar Baharuddin saat melakukan bincang-bincang bersama puluhan awak media di Rujab Gubernur Sulbar.

Mamuju, Katinting.com – Pj Gubernur Sulawesi Barat, Bahtiar Baharuddin, mengadakan pertemuan dengan organisasi wartawan, organisasi perusahaan media, sejumlah pimpinan media, dan konten kreator di Rujab Gubernur Sulbar pada Sabtu, (1/6).

Pertemuan ini berlangsung selama empat jam dan membahas berbagai isu penting terkait masa depan Sulbar.

Dalam sambutannya, Bahtiar menyatakan keinginannya untuk memajukan Sulbar menjelang peringatan Indonesia Emas 2045. Dia menekankan bahwa Sulbar harus berpartisipasi aktif dalam program pemerintah pusat tersebut dengan mempersiapkan segala sesuatu sejak dini.

“Saya bercita-cita hari ini, Sulbar menuju Indonesia Emas 2045, 20 tahun ke depan. Kita memberikan input apa, langkah pada hari ini sehingga cita-cita kita melompat bergerak menjadi negara maju, super maju kalau perlu di 2045,” ujar Bahtiar.

Bahtiar juga menyoroti pentingnya mengelola penduduk usia produktif di Sulbar yang kini sudah mencapai 65 persen. Dia menegaskan bahwa pengelolaan sumber daya manusia (SDM) yang baik akan menjadi kunci kesuksesan Sulbar dalam menyongsong Indonesia Emas 2045.

“Jika kita gagal mengelola SDM Sulbar menjadi alat produksi yang menghasilkan, maka kita gagal membuat Sulbar bagian dari Indonesia Emas dan kita tidak dapat apa-apa,” ungkapnya.

Selain itu, Dirjen Politik dan Pemerintahan Umum Kemendagri ini juga menekankan pentingnya pengelolaan sumber daya alam (SDA) Sulbar dengan baik. Bahtiar mencontohkan potensi produk seperti sukun dan pisang yang bisa mendongkrak perekonomian jika dikelola dan dipasarkan dengan baik.

“Seperti sukun dan pisang, kalau kita produksi yang banyak, lalu kita impor ke luar daerah bahkan luar negeri, ini akan mendongkrak perekonomian masyarakat,” tutur Bahtiar.

Dia juga menyebut bahwa pisang dari Sulbar sering disuplay ke Kalimantan, yang kemudian diekspor ke Singapura, Jepang, Malaysia, dan negara tetangga lainnya.

“Padahal pisang tersebut berasal dari Sulbar. Maka dari itu kita ubah cara berpikir kita. Kenapa bukan Sulbar yang ekspor?” jelas Bahtiar, seraya menekankan perlunya peningkatan dan perluasan pelabuhan di Sulbar.

Selama pertemuan, Bahtiar juga berbicara tentang berbagai agenda dan hal-hal menarik lainnya kepada wartawan. Dia menegaskan komitmennya untuk bekerja tanpa ada tendensi lain, semata-mata untuk kemajuan Sulbar.

Pertemuan ini diharapkan dapat memperkuat sinergi antara pemerintah, media, dan konten kreator dalam memajukan Sulbar dan mewujudkan visi Indonesia Emas 2045.

(*/Zulkifli)

Share:

Redaksi

Media Informasi Rakyat