Rumah rusak akibat gempa M6,2. (Dok. Zulkifli)
banner 728x90

Mamuju, Katinting.com – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Mamuju tegaskan belum merilis data kerusakan ruma dan bangunan akibat gempa M6,2 bulan lalu.

Hal tersebut disampaikan Plh Bupati Mamuju, H. Suaib saat mengklarifikasi beredarnya daftar data rumah warga yang rusak melalui media sosial di Kabupaten Mamuju, Kamis (18/2).

“Pemerintah Kabupaten Mamuju belum pernah mengeluarkan data resmi. Adapun yang beredar selama ini baik yang ada di media sosial maupun di grup-grup WA itu bukan data dari Dinas Perkim Kabupaten Mamuju” tegasnya.

Dia mengungkapkan, warga yang belum terdata kerusakan rumah adalah mereka yang mengungsi dan tidak berada di tempat saat pelaksanaan pendataan Tahap I.

Dia menuturkan saat ini Pemkab telah melakukan Pendataan kerusakan rumah dan bangunan Tahap I di seluruh kecamatan, dan telah dikirim ke BNPB Pusat pada tanggal 27 Januari 2021 sebesar 11.423 KK, dan diterima sebanyak 9.719 KK.

Sementara selisihnya akan divalidasi kembali dan akan dikirim pada tahap II nanti bersama dengan data warga yang belum terdaftar.

“Untuk itu warga Kecamatan Mamuju dan Simboro yang belum terdata, bisa melaporkan diri ke Dinas Perkim yang bermarkas di Kantor Kodim Jalan Ahmad Yani, sementara warga kecamatan lain silakan melapor ke Kelurahan dan Desa masing-masing,” ungkapnya.

Suaib menambahkan, selanjutnya data valid yang telah diverifikasi BNPB Pusat akan dibuatkan SK Bupati sebelum dirilis, dan akan dikirimkan kembali ke seluruh Kepala Desa dan Lurah agar bisa dicek apakah semua warga desa dan kelurahan masing-masing sudah tercatat atau harus dimasukkan ke Pendataan Tahap II.

“Melalui Pendataan Tahap II ini seluruh data kerusakan rumah dan bangunan milik masyarakat bisa terakomodir,” harap Plh Bupati Mamuju.

(Diskominfosandi-AF//Zul)

Bagikan
Deskripsi gambar...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here