Jangan Tampilkan Lagi Ya, Saya Mau!

Pasar Takjil dan Ramadhan Fair Mamuju Tengah Siap Digelar, UMKM Jadi Lokomotif Ekonomi Lokal

Mamuju Tengah, Katinting.com – Pemerintah Kabupaten Mamuju Tengah melalui Dinas Koperasi, Perindustrian dan Perdagangan (Koperindag) mematangkan persiapan penyelenggaraan Pasar Takjil dan Ramadhan Fair. Kegiatan tahunan ini dirancang agar berjalan tertib, ramai dikunjungi, serta memberikan keuntungan optimal bagi pedagang dan masyarakat.

BACA JUGA: Bantal Pangan Ramadhan: GPM Jadi Penyelamat Ekonomi Masyarakat Mamuju Tengah

Kepala Dinas Koperindag Mamuju Tengah yang juga bertindak sebagai ketua panitia, Muh. Nasri Achir, menjelaskan bahwa sejumlah aspek menjadi fokus utama dalam persiapan. Mulai dari perencanaan konsep acara, penataan lokasi, hingga penyediaan sarana dan prasarana pendukung.

“Panitia juga menyiapkan strategi publikasi yang masif, menghadirkan wahana permainan, membuka rekrutmen pelaku UMKM, serta menyusun rangkaian acara yang mampu meningkatkan daya tarik dan kunjungan,” ujarnya.

Ia menegaskan, pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) memegang peran yang sangat strategis dalam gelaran ini. Menurut Nasri, UMKM bukan hanya menjadi magnet utama pengunjung, tetapi juga penggerak utama roda perekonomian selama bulan suci Ramadhan.

Beberapa peran penting yang akan diemban UMKM antara lain:

Pertama, sebagai penyedia produk berkualitas. Para pelaku usaha akan menghadirkan beragam takjil, makanan berat, minuman segar, serta produk khas Ramadhan yang menjadi daya tarik utama pasar. Kedua, sebagai penggerak ekonomi lokal. Kehadiran pasar Ramadhan diharapkan mampu mendorong perputaran uang di daerah dan membuka lapangan kerja sementara, terutama bagi tenaga tambahan selama bulan puasa.

Ketiga, turut menciptakan nuansa Ramadhan. Dekorasi stan dengan ornamen Islami akan membangun suasana khas Ramadhan yang nyaman dan semarak. Keempat, mendorong inovasi dan kreativitas produk. Pelaku usaha didorong untuk menghadirkan menu unik atau khas daerah, menawarkan paket promo berbuka, serta memanfaatkan sistem pembayaran digital seperti QRIS.

“Ramadhan adalah momentum emas bagi UMKM untuk meningkatkan jumlah pelanggan tetap, memperkenalkan produk baru, dan memperluas jaringan bisnis,” kata Nasri saat dikonfirmasi melalui sambungan telepon.

Ia menambahkan, Pasar Takjil dan Ramadhan Fair di Mamuju Tengah diharapkan tidak sekadar menjadi pusat jual beli musiman. Lebih dari itu, kegiatan ini ditargetkan berkembang menjadi pusat jajanan terpadu, sentra ekonomi rakyat, dan kebanggaan daerah yang memberi manfaat berkelanjutan.

Sejumlah harapan besar ingin diwujudkan melalui penyelenggaraan kegiatan ini. Pertama, menjadi ikon kuliner Ramadhan Mamuju Tengah. Acara ini diharapkan menjadi agenda tahunan resmi daerah yang dikenal luas, sebagai pusat takjil dan jajanan terlengkap, serta mampu menarik pengunjung dari berbagai kecamatan hingga luar daerah.

Kedua, berkembang menjadi sentra kuliner permanen. Tidak hanya beroperasi saat Ramadhan, tetapi berlanjut sebagai pusat jajanan sore dan malam hari. Untuk mewujudkannya, direncanakan pembangunan fasilitas permanen seperti kios tertata rapi, area makan yang nyaman, dan lahan parkir yang memadai.

Ketiga, meningkatkan pendapatan daerah dan masyarakat. Perputaran ekonomi diharapkan meningkat signifikan, membuka lapangan kerja baru, serta berkontribusi nyata terhadap Pendapatan Asli Daerah (PAD).

Keempat, menjadi pusat event dan festival daerah. Ke depan, kegiatan ini berpotensi dikembangkan menjadi festival kuliner tahunan yang dilengkapi dengan lomba, hiburan religi, expo UMKM, serta masuk dalam kalender wisata daerah.

“Dengan perencanaan matang dan dukungan semua pihak, kami optimistis Pasar Takjil dan Ramadhan Fair ini akan menjadi motor penggerak ekonomi sekaligus ruang kebersamaan masyarakat selama bulan suci Ramadhan,” tutup Nasri. (*/AR)

Share:

Redaksi

Media Informasi Rakyat