Katinting.com, Bontang – Wakil Ketua Komisi C DPRD Bontang, Muhammad Sahib, mengkritik keras minimnya tindak lanjut terhadap aspirasi warga yang disampaikan dalam forum Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang).
Ia menilai, banyakya usulan yang tak kunjung direalisasikan telah menciptakan jarak antara pemerintah dan masyarakat.
“Musrenbang seharusnya jadi ruang harapan, bukan sekadar rutinitas pengumpulan data yang tak pernah jadi nyata,” tuturnya, Senin (14/7/2025).
Menurutnya, setiap tahun masyarakat berperan aktif dalam mengusulkan berbagai kebutuhan pembangunan, mulai dari infrastruktur lingkungan, fasilitas umum, hingga pemberdayaan ekonomi. Namun sayangnya, hanya sebagian kecil yang benar-benar masuk ke tahap pelaksanaan.
Ia bilang, kurangnya transparansi dalam proses seleksi program pembangunan membuat publik makin skeptis terhadap efektivitas Musrenbang. Jika kondisi ini terus dibiarkan, partisipasi warga dikhawatirkan akan menurun drastis.
“Kalau terus merasa diabaikan, masyarakat akan apatis. Mereka malas ikut Musrenbang karena merasa tidak didengar,” jelasnya.
Ia juga menyoroti tahapan awal perencanaan di tingkat kelurahan yang menurutnya justru sering menjadi titik krusial. Banyak usulan warga yang sudah disepakati bersama justru hilang dalam proses naik ke jenjang selanjutnya.
“Kita sering temui, apa yang sudah dibahas dan disepakati di tingkat kelurahan, ternyata tak pernah muncul di APBD. Ini yang harus dibenahi,” ungkaonya.
Pun dirinya mendorong Pemkot Bontang untuk segera mengevaluasi menyeluruh sistem Musrenbang yang ada, terutama dalam hal komunikasi dan keterbukaan kepada masyarakat.
“Kalau pemerintah bisa jujur dan terbuka soal skala prioritas, saya yakin kepercayaan publik tetap terjaga. Jangan biarkan proses ini kehilangan maknanya,” pungkasnya. (Re)






