
Mateng, Katinting.com – Upaya pemenuhan akan hunian bagi warga kurang mampu di Mamuju Tengah, Pemerintah kabupaten Mamuju Tengah, Senin (15/06), oleh Bupati Mamuju Tengah, melaunching secara resmi program Membangun Rumah untuk Rakyat (Membara) yang kegiatannya dilaksanakan dititik pertama pelaksanaan program di Kecamatan Tobadak.
Program Membara yang melekat di Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Pemukiman (DPRKP) Mamuju Tengah ini, adalah bagian dari upaya Pemkab memastikan ketersediaan rumah bagi warga miskin, yang sumber anggarannya merupakan donasi dari sejumlah pihak di Mamuju Tengah.
Saat dihubungi, Kepala DPRKP Mamuju Tengah, Faisal Anwar, mengemukakan bahwa DPRKP mengalami beberapa tantangan diantaranya pemerintah daerah belum bisa menopang urusan perumahan dari anggaran APBD akibat tingginya pembiayaan terhadap urusan perumahan.
Sehingga untuk memastikan ketersedian rumah bagi warga kurang mampu, akan rumah layak huni, maka melalui program Membara ini, bisa menjadi salah satu solusi bagi warga miskin yang tidak tercouver dalam sejumlah program pembantuan perumahan seperti BSPS dan BRS.
“Nah kita harapkan Membara ini salah satu solusi pengadaan rumah layak huni bagi warga kurang mampu disejumlah wilayah di Mamuju Tengah yang kita launching hari ini,” sebut Faisal.
Ia menambahkan, jika sejak tahun 2016 hingga tahun 2020, rumah yang di fasilitasi pembangunan dan perbaikannya sebanyak 3.528 unit dan rumah khusus sebanyak 253 unit, sehingga total yang sudah terfasilitasi sebanyak 3.781 unit, namun jumlah yang besar tersebut masih menyisakan masyarakat yang berkategori sangat miskin.
“Karenanya kami membantu mereka yang belum mendapatkan bantuan perumahan ini, dengan program Membara,” imbuh Faisal.
Sementara itu, saat ditemui, Bupati Mamuju Tengah, Aras Tammauni, menyampaikan terima kasihnya kepada DPRKP Mamuju Tengah atas ide program Membara ini, serta kepada para donatur yang terlibat berpartisipsi dalam program tentu mewakili Pemkab Mamuju Tengah, sangat mengapresiasi atas kepeduliannya.
“Karena ini merupakan kontribusi nyata dalam membantu warga kurang mampu, mendapatkan rumah layak huni, untuk melanjutkan hidup dan kehidupannya, untuk mencapai kesejahteraan dalam rangka pengentasan kemiskinan,” ujar Aras.
Ia berpandangan bahwa program Membara ini,bila terus dilaksanakan dan dikembangkan, maka akan berdampak sangat baik bagi pembangunan di Mamuju Tengah, karena bisa mempercepat berkurangnya kantong-kantong pemukiman kumuh.
“Karenanya saya berharap program ini terus dirawat dan dikembangkan, agar semakin berkurang warga miskin kita di Mamuju Tengah yang tak memiliki rumah layak huni,” pungkas Aras.
(Mahfudz)






