
Mamuju, Katinting.com – Pemerintah Provinsi Sulawesi Barat (Pemprov Sulbar) turut prihatin terkait terjadinya kelangkaan tabung gas LPG bersubsid 3 kilogram beberapa hari terakhir di wilayah Sulbar.
Atas keprihatinan tersebut, Pemprov Sulbar menggelar pertemuan dengan pihak Pertamina Rayon I Makassar, di ruang kerja Wakil Gubernur (Wagub) Sulbar, Enny Anggaraeni Anwar, Jumat (3/5).
Pertemuan tersebut dipimpin langsung Wagub Sulbar Enny Anggraeni Anwar, juga dihadiri Sekretaris Provinsi (Sekprov) Sulbar Muhammad Idris, Kepala Dinas ESDM Amri Ekasakti, Kepala Dinas Perdagangan, Perindustrian, Koperasi dan UKM Amir Maricar, serta para agen dan distributor tabung LPG bersubsidi 3 Kilogram.
Enny Anggraeni Anwar mengatakan, pertemuan itu dilakukan dalam rangka mengetahui penyebab terjadinya kelangkaan tabung gas LPG bersubsidi 3 kg, dan mencari solusi akan kondisi tersebut.
“Rapat ini kita lakukan untuk mengetahui penyebab terjadinya kelangkaan tabung elpiji 3 kg dan kemudian bagaimana kita carikan solusinya,” kata Enny dikuti dari http://humassulbarprov.id.
Untuk itu, dalam pertemuan tersebut, Istri mantan Gubernur Sulbar dua periode ini meminta penjelasan dari pihak Pertamina terkait adanya kondisi tersebut.
Sales Eksekutif LPG Rayon I Makassar, Rizal Asyad menjelaskan, kelangkaan LPG subsidi 3 Kg di wilayah Sulbar, disebabkan tidak adanya penyaluran sehari sebelumnya, yakni pada 1 Mei.
Khusus wilayah Mamuju Tengah dan Pasangkayu, lanjut Rizal, saat melakukan penyaluran di wilayah tersebut, terjadi kendala seperti adanya banjir dan jembatan putus.
Adapun solusi agar tidak terjadi lagi kelangkaan, Rizal menyatakan, mulai besok pihaknya akan melakukan penambahan alokasi tabung LPG Subsidi 3 Kg sebanyak 10 persen.
Selain itu, kata Rizal, pihaknya bersama dengan Pemda akan melakukan pemberitahuan kepada Aparatur Sipil Negara (ASN) dan para pelaku usaha rumah makan, untuk tidak menggunakan tabung gas LPG bersubsidi 3 Kg.
Sumber : Humas Pemprov Sulbar
Edit : Zulkifli

