Gubernu Sulbar, Ali Baal saat melantik sembilan pejabat lingkup pemerintahannya. (Hms)
banner 728x90

Mamuju, Katinting.com – Mutasi babak pertama lingkup Pemprov Sulbar dilakukan, Gubernur Ali Baal Masdar melantik sembilan pejabat tinggi pratama dan pejabat administrator di ruang pertemuan lantai 2 Kantor Gubernur Sulbar, Senin, 2  April 2018.

Kesembilan pejabat tersebut diantaranya, satu pejabat fungsional ahli utama yakni Nur Alam Tahir yang sebelumnya menjabat sebagai Asisten Bidang Pemerintahan mendapat jabatan baru sebagai Widyaiswara pada Badan Pengembangan SDM .

Sedangkan lima pejabat pimpinan tinggi pratama diataranya Hamzah, yang sebelumnya menjabat sebagai Kepala Dinas Pertanian mendapat jabatan baru sebagai Asisten Bidang Pembangunan,  Ridwan yang sebelumnya menjabat sebagai Kepala Dinas PMD, mendapat jabatan baru sebagai Kepala Dinas Ketahanan Pangan, sedangkan Kepala Dinas Ketahanan Pangan yang sebelumnya dijabat Muh. Main mendapat jabatan baru sebagai Kepala Dinas PMD. Selanjutnya, Kepala Dinas Perindag, Koperasi, UKM yang sebelumnya dijabat Bahtosr, kini dijabat oleh Amir Maricar, dan selanjutnya Bahtiar menggantikan Amir Maricar sebagai Kepala Dinas Penanaman Modal.

Sementara, tiga pejabat administrator yang dilantik, diantaranya Bau Akram Dai menduduki jabatan baru sebagai Sekretaris Dinas Sosial menggantikan Muh. Arif yang kini menjabat Kepala Bidang Pembinaan dan Kesejahteraan Pegawai pada BKD, sedangkan jabatan Sekretaris Dinas Pertanian yang ditinggalkan Bau Akram Dai sekarang ditempati Tanawali  yang sebelumnya menjabat Kepala UPTD Balai Benih Induk Hortikultura pada Dinas Pertanian.

Dalam sambutannya Ali Baal Masdar mengatakan, pergeseran dan pengisian jabatan tersebut murni dilaksanakan sebagai kebutuhan organisasi yang bertujuan mempercepat pelaksanaan program kerja Pemerintah Provinsi Sulbar, guna memenuhi tuntutan tugas pemerintah, pembangunan dan pelayanan kepada masyarakat.

“Ini baru gerbong pertama, sebentar lagi gerbong kedua dan selanjutnya setelah dilakukan revisi organisasi  masuk gerbong ketiga. Untuk itu setelah ini kita akan bekerja bersama-sama menuju Sulbar maju dan malaqbi,” ucap Ali Baal.

Dikatakan pula, makna sebuah pelantikan bukan hanya sebagai formalitas pendistribusian jabatan, melainkan sebagai sarana penguatan, pengembangan dan pemberdayaan potensi diri dalam upaya pemanfaatan kompetensi aparatur kearah tercapainya sumberdaya yang handal dan profesional.

“Penunjukan saudara-saudara dalam menduduki suatu jabatan, berdasarkan kemampuan dan kompetensi yang dimiliki dan kebutuhan organisasi,” tandas Ali Baal.

Olehnya itu, Ia mengingatkan  tanggung jawab yang dibebankan itu jangan sampai disia-siakan apalagi disalahgunakan, sebab dapat mencedaerai dan mengecewakan pemerintah dan masyarakat Sulbar.

“Jabatan yang disematkan dipundak saudara-saudara kiranya peran dalam melaksanakan tugas dan fungsi masing-masing dapat dioptimalkan dan dijalankan sebaik-baiknya,” harap Ali Baal.

Pada momentum itu, Ali Baal mengingatkan bahwa ada tanggungjawab besar yang harus tetap dijaga keberlangsungannya, yaitu perolehan predikat Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) yang telah diberikan Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) dan target pencapaian lain yang tertuang dalam RPJMD Provinsi Sulbar 2017-2022.

(ADV/Hms/Muhyiddin)

Bagikan
Deskripsi gambar...