
Mateng, Katinting.com – KM Entebe Express angkutan perintis Mamuju Sulbar, Palu Sulteng dan Bontang Kaltim, mengelami karam di perairan Kamansi, Desa Lumu, Kecamatan Budong budong, Mamuju Tengah, akibat cuaca buruk, Minggu (28/11)
KM Entebe Express karam saat berupaya melakukan labuh jangkar di Pelabuhan Babana, siang tadi, namun, belum sampai ke dermaga, tiba tiba terjebak cuaca buruk di Tangjung Kamansi, Desa Lumu, sehingga kapal terombang ambing kemudian karam.
Menurut kesaksian salah seorang warga di Pantai Lumu, saat upaya evakuasi, Handika, bahwa KM Entebe Express, mulai karam sejak di hantam oleh angin kencang, yang kemudian di ikuti oleh gelombang laut yang tiba tiba besar, sehingga membuat kapal terombang ambing.
“Jadi sini, tepi pantai Lumu kapalnya kelihatan, meski kemudian sesekali terhalang kabut dari percikan gelombang, kapal itu, rencananya mau labuh jangkar di Pelabuhan Babana” tutur Handika.
Sementara itu, Kepala Seksi Kedaruratan BPBD Mamuju Tengah, M Ardi Aco, mengemukakan tim TRC Mamuju Tengah, mendapatkan kabar bahwa KM Entebe Express berangkat dari Mamuju, tujuan pelabuhan Babana Budong budong, Mamuju Tengah, untuk kemudian menuju Kalimantan, mengalami karam di perairan Kamansi Lumu, dan butuh pertolongan.
“Kami menerima info itu, sekira pukul 15.30, dan kami lansung bergerak ke pantai Lumu, guna memastikan posisi posko evakuasi pada korban di atas kapal yang karam di KM Entembe Express, dan di lokasi juga beberapa tim penolong sudah berdatangan termasuk dari pramuka” ungkap Ardi.
Ia menjelaskan setelah semua perencanaan evakuasi matang, maka tim bergerak segera ke posisi KM Entebe Express, dan mengevakuasi 126 penumpang yang ada di atas kapal yang karam.
“Dan semua penumpang dinyatakan selamat, tanpa terluka satu pun, dan saat ini penumpang di sementara di evakuasi di rumah kepala Desa Lumu, di Desa Lumu dan sebagian lagi kekeluarganya” pungkas Ardi.
(Fhatur Anjasmara)






