Mamuju, Katinting.com – Kwartir Daerah (Kwarda) Gerakan Pramuka Sulawesi Barat menjalin sinergi dengan Kantor Perwakilan (KPw) Bank Indonesia (BI) Provinsi Sulawesi Barat. Kegiatan bertajuk Kick Off Program Kerja KPw BI Sulbar dalam rangka akselerasi literasi Cinta Bangga Paham (CBP) Rupiah itu berlangsung di Hotel Matos Mamuju, Sabtu 18 April 2026, malam.
Pertemuan tersebut dihadiri oleh para utusan pengurus Kwartir Cabang (Kwarcab) se-Sulbar, pengurus Kwarda Sulbar, serta perwakilan BI Sulbar.
Ketua Kwarda Sulbar, Dr. H. St. Suraidah Suhardi, menyampaikan bahwa Gerakan Pramuka merupakan wadah pembinaan bagi generasi muda untuk membentuk karakter, akhlak mulia, disiplin, dan jiwa patriotik yang berlandaskan Pancasila, sejalan dengan program CBP.
BACA JUGA: SK Carateker Mamasa dan Polman Diserahkan, Ketua Kwarda Serukan Kepemimpinan Inklusif
Menurut Suraidah Suhardi, anggota Pramuka adalah basis yang jelas, mulai dari usia siaga, penggalang, penegak, hingga pandega. Bahkan pramuka dewasa, lanjut dia, menjadi potensi yang tersebar di semua kabupaten, seperti para pelatih, pembina, pamong Saka, andalan dan pengurus Kwartir serta Majelis Pembimbing.
“Dengan potensi besar yang kami miliki, bersama Kwartir Cabang sampai tingkat ranting, sangat mungkin untuk membangun kolaborasi yang sejalan dengan program Kwarda dan BI Sulbar,” ujar Suraidah Suhardi.
Sementara itu, Sekretaris Kwarda Sulbar, Abd. Wahab, menyampaikan bahwa sejumlah program dapat dikolaborasikan dengan BI Sulbar. Ia berharap sinergi ini dapat terbangun dengan baik dan tidak sekadar menjalankan program, tetapi juga menghasilkan output yang jelas serta berdampak luas kepada masyarakat, khususnya anggota Gerakan Pramuka.
Plt Kepala Perwakilan BI Sulbar, Fernando Ivan Lukmana Harianto, mengakui bahwa secara geografis wilayah Sulbar relatif jauh dan kondisi sumber daya manusia (SDM) terbatas, sehingga sulit untuk menjangkau masyarakat secara langsung.
“Dengan kolaborasi ini, kami harapkan semua bisa lebih mudah,” ujar Plt Kepala Perwakilan BI Sulbar, Fernando Ivan Lukmana Harianto.
Ia menambahkan bahwa kondisi sosial masyarakat saat ini masih kurang dalam menjaga uang kertas. Oleh karena itu, literasi CBP Rupiah ingin menjangkau lebih luas dengan menyasar masyarakat agar cinta rupiah, menghindari serta mengenali uang palsu, dan memperlakukan uang dengan baik sehingga usia uang kertas bisa lebih panjang.
“Ada beberapa hal yang bisa disinergikan, yaitu literasi CBP dengan anggota Pramuka di Sulbar, mengintegrasikan materi CBP ke dalam kegiatan Gerakan Pramuka, hingga pembentukan duta CBP,” jelas Fernando Ivan Lukmana Harianto.
Menanggapi masukan dari sejumlah pengurus Kwarcab dan Kwarda Sulbar, Fernando Ivan Lukmana Harianto menyampaikan bahwa semua masukan akan ditampung dan selanjutnya akan dilihat program mana yang dapat dikolaborasikan secara bersama, ungkapnya. (*/AR)






