Mamuju, Katinting.com – Kementerian Kesehatan Republik Indonesia bekerja sama dengan Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah meluncurkan program nasional Cek Kesehatan Gratis (CKG) yang mulai diterapkan di seluruh sekolah pada tahun ajaran baru ini. Program ini menjadi salah satu dari tiga prioritas utama Kemenkes, selain percepatan penanggulangan tuberkulosis dan peningkatan kelas rumah sakit dari D ke C.
Plt Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Sulawesi Barat, dr. Nursyamsi Rahim, menyambut baik program tersebut. Ia menegaskan bahwa CKG memiliki cakupan luas, mencakup hingga 1,5 juta penduduk Sulbar. Program ini akan dilaksanakan setiap tahun dan diharapkan memberi dampak besar terhadap peningkatan kualitas kesehatan masyarakat.
“Memang eksekusi program ini cukup kompleks, tetapi manfaatnya sangat besar. Dukungan kepala daerah sangat menentukan keberhasilannya,” ujar dr. Nursyamsi.
Selama ini, pemeriksaan kesehatan siswa umumnya dilakukan di Puskesmas. Namun, dengan keterbatasan jumlah – hanya 98 Puskesmas untuk melayani seluruh wilayah Sulbar – metode tersebut dinilai belum optimal. Karena itu, Dinas Kesehatan Provinsi bersama dinas kabupaten/kota serta Puskesmas mengimbau agar pelaksanaan CKG juga dilakukan langsung di sekolah.
Pemeriksaan akan disesuaikan dengan jenjang pendidikan. Siswa SD akan menjalani 13 jenis pemeriksaan, SMP 15 jenis, dan SMA 13 jenis. Selain itu, pemeriksaan darah akan diberikan khusus kepada remaja putri tingkat SMP dan SMA serta remaja putra tingkat SMA.
Persiapan teknis akan dimulai tujuh hari sebelum pelaksanaan, termasuk distribusi tautan kuesioner kepada orang tua siswa. Dua hari sebelum pemeriksaan, petugas kesehatan memastikan kesiapan alat dan bahan medis habis pakai (BMHP). Pemeriksaan dilakukan di dua ruang terpisah, salah satunya ruang khusus minimal 6 meter untuk pemeriksaan mata. Guru UKS dan PJOK akan dilibatkan dalam pengukuran kebugaran dan antropometri siswa.
dr. Nursyamsi menegaskan, program ini bukan sekadar skrining kesehatan, melainkan langkah konkret membangun budaya hidup sehat sejak usia dini. Ia juga menekankan perlunya revitalisasi UKS sebagai ujung tombak layanan kesehatan di sekolah.
“Pelaksanaan CKG juga menjadi bagian dari Panca Daya ke-3 Provinsi Sulawesi Barat: Membangun SDM yang unggul dan berkarakter, sesuai arahan Gubernur Suhardi Duka dan Wakil Gubernur Salim S Mengga untuk mewujudkan visi Sulbar Maju dan Sejahtera,” pungkasnya. (*)






