banner 728x90

Rugikan Negara 9 M, Polda Sulbar Tetapkan Tersangka Pengadaan APK di KPU Sulbar

Kombes Pol Andry Wibowo, Dirkrimsus Polda Sulbar3Mamuju, Katinting.com – Direktorat Kriminal Khusus (Dirkrimsus), Kepolisian Daerah Sulawesi Barat, Kombes Pol Andry Wibowo memaparkan dugaan tindak pidana korupsi di KPU Sulbar, dimana telah dinaikkan statusnya dari Penyelidikan ke Penyidikan. Senin, (30/01).

“Kami melihat secara kriminologi ada perbuatan disebut kriminoloid. Artinya mencari kekayaan, kemakmuran dan kejayaan melalui pencurian, perampokan terhadap uang Negara. Yang kami temukan dan kami pastikan indikasi ini menjadi pidana yang disebut tindak pidana korupsi. Sehingga mulai hari ini tanggal 30 Januari 2017 direktorat reserse Kriminal khusus Polda Sulawesi Barat menetapkan penyelidikan tindak pidana korupsi yang dilakukan oleh penyelenggara KPU ditingkatkan statusnya menjadi penyidikan,” terang Kombes Pol Andry Wibowo.

Tentunya dengan peningkatan status, akselari upaya hukum akan dilakukan penyidik-penyidik kami. Akan kita lakukan dengan berbagai kegiatan penyidik yang dibutuhkan sesuai dengan mekanisme dan metodologi pembuktian yang harus kita buktikan.

Dirkrimsus juga mengatakan dalam penyelidikan tersebut menemukan tindak pidana korupsi yang cukup kuat yang di lakukan oleh KPU beserta  pemenang lelang dalam pengadaan APK (Alat Pengadaan Kampanye) yang merugikan uang negara sekitar 9 miliar rupiah.

Kami menyimpulkan bahwa ada indikasi tindak pidana korupsi yang cukup kuat yang di lakukan secara bersama-sama oleh penyelenggara negara yaitu KPU Sulawesi Barat bersama dengan pemenang lelang dalam pengadaan alat peraga kampanye yang diduga merugikan Negara kurang lebih 9 miliar.

Dirkrimsus setelah melakukan klarifikasi kepada praktisi percetakan, asosiasi percetakan, Bareskrim Polri, KPK dan  BPKP mengindikasi terjadi adanya mark-up yang di lakukan oleh penyelenggara KPU dan rekanan pemenang lelang alat peraga kampanye (APK).

“Bukti awal yang cukup adalah terjadi mark-up pada alat peraga kampanye. Dan kita sudah lakukan klarifikasi terhadap praktisi percetakan, kepada asosiasi percetakan, kepada Bereskrim Polri, kepada KPK termasuk kepada BPKP jadi indikasi kuat telah terjadi mark-up yang cukup besar dan luar biasa dan informasi yang kami dapat bahwa rekanan ini juga memenangkan penyelenggaraan pemilu diberbagai daerah saat ini”.

Andri Wibowo juga membeberkan inisial calon tersangka penyelenggara pemilu dan pemenang lelang alat peraga kampanye. Dirinya juga bertekad akan terus mengejar uang hasil korupsi tersebut.

Calon tersangka dari penyelenggara negara inisialnya AR dan SD untuk sementara waktu. Dari pihak rekanan MD dan JM. Dan tentunya nanti, mudah-mudahan dengan supervisi Bereskrim Polri dan KPK terhadap penanganan ini kita harapkan nanti ini kasus pertama di mana korporasi bisa di pidana dan kami bertekad akan mengejar kemana uang korupsi itu mengalir. Termasuk juga jika ada indikasi perusahaan sama adalah pemenang lelang pada pemilu sebelumnya, pungkasnya. (ZUL/AR)

 

banner 900x90
Tidak ada Respon

Tinggalkan Balasan