Mamuju, Katinting.com – Pemprov Sulbar tidak hanya menyalurkan bantuan, tetapi juga memastikan keberlanjutan dan efektivitas programnya. Buktinya, monitoring terhadap bantuan bibit ternak kambing di Kabupaten Polewali Mandar (Polman) menunjukkan hasil yang sangat positif, menjadi indikator kesuksesan program peternakan daerah.
BACA JUGA: Kesbangpol dan TNI Perkuat Sinergi, Fokus pada Antisipasi Ancaman dan Dampak Bencana di Sulbar
Kegiatan monitoring pada Minggu (11/1) yang dipimpin langsung oleh Kepala Dinas TPHP Sulbar, Hamdani Hamdi, mendapati perkembangan yang menggembirakan. Enam bulan pasca-penyerahan, program yang merupakan bagian dari visi Gubernur Sulbar Suhardi Duka dan Wakil Gubernur Salim S. Mengga (SDK–JSM) ini telah membuahkan hasil nyata.
Data di lapangan menunjukkan capaian konkret yang menjadi tolok ukur keberhasilan: 134 ekor anak kambing telah lahir dan 276 ekor induk kambing dalam kondisi bunting, sekira 25% dari ternak yang disalurkan telah masuk kategori produktif.
“Alhamdulillah, angka ini membuktikan program Bapak Gubernur Suhardi Duka dan Wakil Gubernur Salim S Mengga berjalan dengan baik. Dampaknya nyata untuk pertumbuhan ekonomi sektor peternakan dan kesejahteraan peternak,” ujar Hamdani Hamdi.
Pemprov Sulbar tidak berhenti pada penyaluran bantuan. Hamdani menekankan pentingnya membangun ekosistem hilirisasi terintegrasi, mencakup pembibitan, penggemukan, hingga pemasaran.
“Target kami, Sulbar tidak hanya mencapai swasembada, tetapi menjadi sentra dan penyuplai bibit kambing berkualitas untuk wilayah lain, seperti Kalimantan Timur dan Ibu Kota Nusantara (IKN),” tegas Hamdani. Optimisme ini didasari potensi sumber daya dan dukungan kebijakan yang ada.
Kepala Bidang Peternakan dan Kesehatan Hewan Dinas TPHP Sulbar, Nur Kadar, menegaskan komitmen pendampingan berkelanjutan. “Kami akan terus monitoring dan evaluasi agar manfaat program ini berjalan jangka panjang,” jelasnya.
Sebagai penerima manfaat, Ketua Kelompok Tani Pemuda Aribang, Masdar, menyampaikan terima kasih. “Kambingnya besar dan produktif. Sudah 7 ekor melahirkan dan 9 ekor bunting. Bantuan ini sangat meningkatkan ekonomi kelompok kami,” tuturnya.
Program bantuan bibit ternak ini diharapkan menjadi fondasi kuat menuju ekonomi peternakan berbasis hilirisasi yang berkelanjutan dan membawa nama Sulbar sebagai penghasil bibit unggul di kawasan Indonesia Timur. (*/AR)






