Pasangkayu, Katinting.com – Pemerintah Desa Saptanajaya bersama masyarakat menggelar perayaan Hari Jadi ke-33 Saptanajaya dengan meriah di Lapangan Sepak Bola Saptanajaya, Selasa (2/12). Acara ini dipadati warga dari berbagai desa sekitar yang antusias mengikuti seluruh rangkaian kegiatan.
Perayaan tersebut turut dihadiri oleh Anggota DPRD Kabupaten Pasangkayu Robin Chandra Hidayat, Camat Duripoku, perwakilan KUA, dan sejumlah tokoh masyarakat. Kehadiran para tamu undangan menambah semarak suasana yang sejak pagi telah ramai oleh warga.
Dari berbagai kegiatan yang digelar, pertunjukan Peresean atau Semattian menjadi tontonan yang paling menarik perhatian. Kesenian adat khas Suku Sasak Lombok ini menampilkan duel tradisional antara dua petarung yang menggunakan penjalin (rotan) dan tameng kulit sapi.
Pertunjukan Peresean dalam perayaan kali ini menghadirkan para petarung dari komunitas Lombok yang tinggal di Baras dan Sarudu. Kehadiran mereka menghadirkan nuansa budaya yang kuat sekaligus hiburan yang dinikmati seluruh pengunjung.
Tradisi Peresean sendiri dikenal sebagai ritual kuno untuk memohon hujan dan ajang melatih keberanian para pemuda. Kini, kesenian tersebut menjadi bagian dari pelestarian budaya dan ajang pertunjukan yang diminati masyarakat.
Anggota DPRD Pasangkayu, Robin Chandra Hidayat, menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya rangkaian kegiatan budaya tersebut. Menurutnya, momentum Hari Jadi menjadi wadah penting untuk memperkuat hubungan sosial dan menjaga warisan budaya.
“Kegiatan seni dan kebudayaan seperti ini sangat positif. Selain mempererat silaturahmi, kegiatan ini memperkuat persatuan masyarakat serta menjaga kelestarian tradisi yang memiliki nilai historis dan sosial yang tinggi,” ujarnya.
Perayaan Hari Jadi ke-33 Saptanajaya diharapkan terus menjadi ruang ekspresi masyarakat sekaligus ajang memperkuat identitas desa, baik melalui seni budaya, kebersamaan, maupun kegiatan sosial lainnya.






